Masuk Pos Polisi, Pemuda Nekat Curi Ponsel Perwira
Senin, 08 Juni 2020 - 14:08 WIB
loading...
Tersangka Andri yang kini ditahan Polrestro Depok karena mencuri hape di pos polisi Jalan Margonda, Depok. Foto: SNDOnews/R Ratna Purnama
A
A
A
DEPOK - Pemuda bernama Andri ini terbilang nekat. Berdalih butuh uang, dia masuk pos polisi di Jalan Margonda Depok. Di sana, dia mengambil sebuah ponsel seorang perwira polisi penjaga sedang tidur. Kini, jadilah warga Bekasi itu tahanan Polrestro Depok.
Andri mengaku sengaja ke Depok untuk mencari kerja. Entah benar apa tidak, belum sampai tujuan motor tunggangannya kehabisan bahan bakar. Setelah menengok kanan kiri, dia melihat ada seorang polisi di tepi Jalan Margonda. Andri pun menghampiri polisi tersebut.
Kepada sang polisi, Andri memelas meminta diberikan uang untuk beli bensin. Usahanya berhasil. Duit Rp50 ribu dari polisi mendarat di tangannya. Setelah berterima kasih, Andri segera pergi dari hadapan polisi. Tapi dia merasa belum puas.
“Saya dapat Rp 50.000 dari polisi di jalan. Tapi karena nggak cukup jadi saya mau minta sama yang lain,” ujar Senin (8/6/2020).
(Baca: Satpas Depok Buka Lagi, SIM Mati Tiga Bulan Bisa Diperpanjang)
Sambil berjalan, pikiran Andri terus mencari target untuk menambah uang sakunya. Matanya lalu tertuju pada pos polisi di depannya. ”Saya kemudian ke pos polisi yang disana (TKP),” katanya, Senin (8/6/2020).
Di pos polisi itu, Andri sempat mengetuk pintu. Kendati tidak ada jawaban dari dalam, Andri tetap nekat masuk. "Saya nggak ada uang dan minta tolong buat beli bensin tapi pas saya panggil nggak ada yang nyaut di dalam pos. Terus saya masuk ke dalam pos, di dalam ada petugas yang lagi tidur dan saya liat hape terus saya langsung ambil," akunya.
Andri mengaku sengaja ke Depok untuk mencari kerja. Entah benar apa tidak, belum sampai tujuan motor tunggangannya kehabisan bahan bakar. Setelah menengok kanan kiri, dia melihat ada seorang polisi di tepi Jalan Margonda. Andri pun menghampiri polisi tersebut.
Kepada sang polisi, Andri memelas meminta diberikan uang untuk beli bensin. Usahanya berhasil. Duit Rp50 ribu dari polisi mendarat di tangannya. Setelah berterima kasih, Andri segera pergi dari hadapan polisi. Tapi dia merasa belum puas.
“Saya dapat Rp 50.000 dari polisi di jalan. Tapi karena nggak cukup jadi saya mau minta sama yang lain,” ujar Senin (8/6/2020).
(Baca: Satpas Depok Buka Lagi, SIM Mati Tiga Bulan Bisa Diperpanjang)
Sambil berjalan, pikiran Andri terus mencari target untuk menambah uang sakunya. Matanya lalu tertuju pada pos polisi di depannya. ”Saya kemudian ke pos polisi yang disana (TKP),” katanya, Senin (8/6/2020).
Di pos polisi itu, Andri sempat mengetuk pintu. Kendati tidak ada jawaban dari dalam, Andri tetap nekat masuk. "Saya nggak ada uang dan minta tolong buat beli bensin tapi pas saya panggil nggak ada yang nyaut di dalam pos. Terus saya masuk ke dalam pos, di dalam ada petugas yang lagi tidur dan saya liat hape terus saya langsung ambil," akunya.
Lihat Juga :