Masyarakat 14 Desa di Luwu Utara Dilatih Hadapi Bencana Alam
Sabtu, 04 Desember 2021 - 09:10 WIB
loading...
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat menghadiri pelatihan pengurangan risiko bencana dan sahabat Tagana, baru-baru ini di Desa Pao Kecamatan Malangke Barat. Foto: Humas Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar pelatihan pengurangan risiko bencana dan sahabat Tagana, di Desa Pao Kecamatan Malangke Barat (Malbar), baru-baru ini.
Pelatihan dihadiri Bupati Indah Putri Indriani, Ketua DPRD Basir, Sekda Armiadi, Kapolres Luwu Utara AKBP Alfian Nurnas, Kadis Sosial Jasrum, Camat Malbar Sulpiadi, dan Camat Malangke Akram Risa. Peserta adalah warga dari desa rawan bencana, yaitu 8 desa di Malbar, dan 6 desa di Malangke.
Baca juga: Alokasi TKDD Kabupaten Luwu Utara Tahun 2022 Rp1 Triliun
Bupati Indah Putri Indriani mengatakan, Luwu Utara adalah daerah rawan bencana. Oleh karena itu, harus ada kegiatan yang sifatnya kebutuhan guna meminimalisir terjadinya bencana dan bagaimana menghadapinya. Salah satunya, melakukan pelatihan pengurangan risiko bencana.
“Melihat kondisi geografis Luwu Utara yang rentan bencana alam, sementara kita belum bisa mengetahui dengan pasti kapan bencana itu terjadi, maka untuk mengurangi risiko bencana diperlukan kesiapsiagaan petugas terlatih dalam penanganannya,” tutur Indah.
Baca juga: Pasar Smart Rakyat Pertama Hadir di Salulemo, Transaksi Pakai QRIS
Kata dia, melalui pelatihan ini tercipta tenaga terlatih yang bisa bekerja dengan baik, terarah, terpadu dan berkelanjutan. “Kami harap peserta mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam penanggulangan bencana, baik sebelum, saat dan sesudah bencana,” jelasnya.
Ia pun berharap, melalui pelatihan ini, penanganan bencana bisa berjalan efisien dan efektif. Di mana masyarakat turut ambil bagian dan proaktif pada setiap kejadian bencana dan senantiasa mengantisipasi serta dapat meminimalisir dampak dari bencana tersebut.
Baca juga: 104 Keluarga di Sabbang Selatan Nikmati Air Bersih Program Pamsimas
Sementara Plt Kadis Sosial, Jasrum, mengatakan, Luwu Utara salah satu daerah yang rawan bencana. Hal ini tergambar dari hasil daftar desa rawan bencana yang bersumber dari hasil kajian BNPB, yaitu 157 Desa. Oleh karena itu, diharapkan dengan kegiatan ini akan memberikan pengetahuan sasar, sehingga mampu mengurangi risiko bencana.
Pada kesempatan itu pula, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, juga menyerahkan Sertifikat LSPS Tagana kepada 55 orang Tagana Luwu Utara dari Lembaga Sertifikat Profesi Kementerian Sosial, serta menyerahkan secara simbolis bantuan sembako.
Pelatihan dihadiri Bupati Indah Putri Indriani, Ketua DPRD Basir, Sekda Armiadi, Kapolres Luwu Utara AKBP Alfian Nurnas, Kadis Sosial Jasrum, Camat Malbar Sulpiadi, dan Camat Malangke Akram Risa. Peserta adalah warga dari desa rawan bencana, yaitu 8 desa di Malbar, dan 6 desa di Malangke.
Baca juga: Alokasi TKDD Kabupaten Luwu Utara Tahun 2022 Rp1 Triliun
Bupati Indah Putri Indriani mengatakan, Luwu Utara adalah daerah rawan bencana. Oleh karena itu, harus ada kegiatan yang sifatnya kebutuhan guna meminimalisir terjadinya bencana dan bagaimana menghadapinya. Salah satunya, melakukan pelatihan pengurangan risiko bencana.
“Melihat kondisi geografis Luwu Utara yang rentan bencana alam, sementara kita belum bisa mengetahui dengan pasti kapan bencana itu terjadi, maka untuk mengurangi risiko bencana diperlukan kesiapsiagaan petugas terlatih dalam penanganannya,” tutur Indah.
Baca juga: Pasar Smart Rakyat Pertama Hadir di Salulemo, Transaksi Pakai QRIS
Kata dia, melalui pelatihan ini tercipta tenaga terlatih yang bisa bekerja dengan baik, terarah, terpadu dan berkelanjutan. “Kami harap peserta mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam penanggulangan bencana, baik sebelum, saat dan sesudah bencana,” jelasnya.
Ia pun berharap, melalui pelatihan ini, penanganan bencana bisa berjalan efisien dan efektif. Di mana masyarakat turut ambil bagian dan proaktif pada setiap kejadian bencana dan senantiasa mengantisipasi serta dapat meminimalisir dampak dari bencana tersebut.
Baca juga: 104 Keluarga di Sabbang Selatan Nikmati Air Bersih Program Pamsimas
Sementara Plt Kadis Sosial, Jasrum, mengatakan, Luwu Utara salah satu daerah yang rawan bencana. Hal ini tergambar dari hasil daftar desa rawan bencana yang bersumber dari hasil kajian BNPB, yaitu 157 Desa. Oleh karena itu, diharapkan dengan kegiatan ini akan memberikan pengetahuan sasar, sehingga mampu mengurangi risiko bencana.
Pada kesempatan itu pula, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, juga menyerahkan Sertifikat LSPS Tagana kepada 55 orang Tagana Luwu Utara dari Lembaga Sertifikat Profesi Kementerian Sosial, serta menyerahkan secara simbolis bantuan sembako.
(luq)
Lihat Juga :