Jalan Antardesa Rusak Parah, Pemkab Kobar Diminta Jangan Tutup Mata
Kamis, 02 Desember 2021 - 05:15 WIB
loading...
DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah prihatin masih banyak jalan penghubung antardesa yang kondisinya rusak. iNews TV/Sigit
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - DPRDKotawaringin Barat (Kobar), Kalteng prihatin masih banyak jalan penghubung antardesa yang kondisinya rusak. Pihak legislatif berharap pemerintah lebih serius untuk membangun jalan penghubung antardesa.
Wakil Ketua II DPRD Kobar, Bambang Suherman mengatakan, salah satu jalan penghubung antardesa masih banyak yang rusak yaitu di wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama dan sudah lama di suarakan, namun perhatian dari pemerintah masih kurang.
Bambang menyebut, seperti bahan penghubung antar Desa Tempayung dan Sumber Mukti, apalagi saat ini musim hujan dan jalan masih tanah. Maka jalan rusak parah serta berlumpur, sehingga sulit untuk dilalui oleh masyarakat.
"Jalan itu sudah lama rusak, kalau hujan seperti saat ini berlumpur, namun tidak kunjung diperhatikan oleh pemerintah, padahal sudah sering kami suarakan dan pada saat Musrenbang juga selalu di usulkan. Tapi nyatanya masih begitu dan ini membuat kami prihatin," katanya, Kamis (2/12/2021).
Pihaknya mengetahui bahwa Pemkab Kobar memiliki keterbatasan soal anggaran, namun dia menilaiseolah dari pemerintah sendiri tidak ada komitmen untuk mengawali upaya pembangunan jalan penghubung antar desa tersebut.
JadiJalan Tempayung menuju Sumber Mukti ini panjangnya 12 kilo meter, jika komitmen untuk melakukan perbaikan. Maka dengan anggaran yang terbatas, harusnya perbaikan dicicil setiap tahun.
Misalkan satu tahun dianggarkan untuk mengeraskan satu atau dua kilometer saja dulu dan bertahap, maka nantinya bisa terlesaikan, namun ini tidak dilakukan pembangunan dan selalu berdalih soal keterbatasan angaran," jelasnya.
Wakil Ketua II DPRD Kobar, Bambang Suherman mengatakan, salah satu jalan penghubung antardesa masih banyak yang rusak yaitu di wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama dan sudah lama di suarakan, namun perhatian dari pemerintah masih kurang.
Bambang menyebut, seperti bahan penghubung antar Desa Tempayung dan Sumber Mukti, apalagi saat ini musim hujan dan jalan masih tanah. Maka jalan rusak parah serta berlumpur, sehingga sulit untuk dilalui oleh masyarakat.
"Jalan itu sudah lama rusak, kalau hujan seperti saat ini berlumpur, namun tidak kunjung diperhatikan oleh pemerintah, padahal sudah sering kami suarakan dan pada saat Musrenbang juga selalu di usulkan. Tapi nyatanya masih begitu dan ini membuat kami prihatin," katanya, Kamis (2/12/2021).
Pihaknya mengetahui bahwa Pemkab Kobar memiliki keterbatasan soal anggaran, namun dia menilaiseolah dari pemerintah sendiri tidak ada komitmen untuk mengawali upaya pembangunan jalan penghubung antar desa tersebut.
JadiJalan Tempayung menuju Sumber Mukti ini panjangnya 12 kilo meter, jika komitmen untuk melakukan perbaikan. Maka dengan anggaran yang terbatas, harusnya perbaikan dicicil setiap tahun.
Misalkan satu tahun dianggarkan untuk mengeraskan satu atau dua kilometer saja dulu dan bertahap, maka nantinya bisa terlesaikan, namun ini tidak dilakukan pembangunan dan selalu berdalih soal keterbatasan angaran," jelasnya.
Lihat Juga :