MUI Ajak Masyarakat Maros Terlibat dalam Pencegahan Radikalisme
Selasa, 30 November 2021 - 17:30 WIB
loading...
Puluhan peserta mengikuti sosialisasi Fatwa MUI tentang Kasus Kekinian dan Peran MUI dalam Menjaga Integrasi Bangsa di Kabupaten Maros, Selasa (30/11). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Amir Syah Tambunan meminta jajaran MUI di tiap tingkatan mendukung pemerintah dalam berbagai kebijakan yang berpihak pada ummat.
Selain itu, MUI bersama pemerintah kata dia harus bekerja sama mencari solusi persoalan yang dihadapi ummat, seperti pandemi Covid-19 hingga mencegah paham radikal, yang berpotensi memunculkan aksi terorisme.
Baca juga:Pedagang Datangi Kantor Bupati Maros Tuntut Kejelasan Relokasi Pasar
Hal itu disampaikan Sekjen MUI Pusat, Amir Syah Tambunan dalam webinar Sosialisasi Fatwa MUI tentang Kasus Kekinian dan Peran MUI dalam Menjaga Integrasi Bangsa, Selasa (30/11).
Menanggapi hal itu, Ketua MUI Maros, KH Syamsul Khalik meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan ke MUI Maros, jika menemukan paham-paham radikal atau sesat.
"Masyarakat kita sudah cerdas. Karenanya, jika ada ajaran yang meresahkan, yang tidak berjalan sesuai dengan syariat Islam atau berseberangan dengan paham yang dianut di sekitar kita, maka kami minta untuk dilaporkan kepada MUI," terangnya.
Baca juga:Pergaulan Bebas Dinilai Picu Pernikahan Dini di Kabupaten Maros
Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam menyambut antusias webinar dan silaturahmi tersebut. Chaidir berharap MUI akan terus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung visi menjadikan Maros Kota Religius.
Lebih lanjut, Chaidir menyebut bahwa pembangunan fisik memang penting. Namun, pembangunan akhlak dan peran MUI juga tak kalah pentingnya.
Baca juga:Kapolda Sulsel Pantau Vaksinasi Covid-19 untuk Ribuan Pelajar
"Peran strategis MUI sangat dibutuhkan di era saat ini, terutama tantangan pandemi sehingga peran Alim Ulama dalam memutus mata rantai Covid sangat dibutuhkan," ucap Chaidir .
Bupati juga mendoakan agar MUI terus eksis di Indonesia, melihat cobaan yang dihadapi saat ini. MUI pun ia harapkan tetap menjadi wadah pergerakan umat Islam.
Selain itu, MUI bersama pemerintah kata dia harus bekerja sama mencari solusi persoalan yang dihadapi ummat, seperti pandemi Covid-19 hingga mencegah paham radikal, yang berpotensi memunculkan aksi terorisme.
Baca juga:Pedagang Datangi Kantor Bupati Maros Tuntut Kejelasan Relokasi Pasar
Hal itu disampaikan Sekjen MUI Pusat, Amir Syah Tambunan dalam webinar Sosialisasi Fatwa MUI tentang Kasus Kekinian dan Peran MUI dalam Menjaga Integrasi Bangsa, Selasa (30/11).
Menanggapi hal itu, Ketua MUI Maros, KH Syamsul Khalik meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan ke MUI Maros, jika menemukan paham-paham radikal atau sesat.
"Masyarakat kita sudah cerdas. Karenanya, jika ada ajaran yang meresahkan, yang tidak berjalan sesuai dengan syariat Islam atau berseberangan dengan paham yang dianut di sekitar kita, maka kami minta untuk dilaporkan kepada MUI," terangnya.
Baca juga:Pergaulan Bebas Dinilai Picu Pernikahan Dini di Kabupaten Maros
Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam menyambut antusias webinar dan silaturahmi tersebut. Chaidir berharap MUI akan terus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung visi menjadikan Maros Kota Religius.
Lebih lanjut, Chaidir menyebut bahwa pembangunan fisik memang penting. Namun, pembangunan akhlak dan peran MUI juga tak kalah pentingnya.
Baca juga:Kapolda Sulsel Pantau Vaksinasi Covid-19 untuk Ribuan Pelajar
"Peran strategis MUI sangat dibutuhkan di era saat ini, terutama tantangan pandemi sehingga peran Alim Ulama dalam memutus mata rantai Covid sangat dibutuhkan," ucap Chaidir .
Bupati juga mendoakan agar MUI terus eksis di Indonesia, melihat cobaan yang dihadapi saat ini. MUI pun ia harapkan tetap menjadi wadah pergerakan umat Islam.
(luq)
Lihat Juga :