Filosofi Roti Buaya, Lambangkan Sifat Hewan yang Hanya Kawin Sekali Sepanjang Hidup
Sabtu, 27 November 2021 - 12:32 WIB
loading...
Roti buaya biasanya hadir di acara adat khas Betawi seperti upacara pernikahan. Foto/Istimewa/pesanrotibuaya.com
A
A
A
JAKARTA - Roti buaya, kudapan ini pasti sudah tak asing di telinga masyarakat Jakarta , terutama orang asli Betawi. Roti buaya biasanya hadir di acara adat Betawi seperti upacara pernikahan.
Dilansir dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, roti buaya adalah lambang kesabaran. Umumnya, buaya sangat jeli dan sabar menunggu buruannya. Kemudian, beberapa orang juga beranggapan jika buaya adalah lambang kejantanan.
Seorang peneliti sejarah Betawi, JJ Rizal, sebagaimana yang tertera dalam laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta mengatakan, makna yang tertuang dalam roti buaya adalah orang Betawi baiknya tidak melupakan sejarah Jakarta.
Dahulu kala, Jakarta dikelilingi oleh 13 sungai atau kali dan menjadikan masyarakatnya sebagai masyarakat sungai. Beberapa sungai atau kali yang mengelilingi Jakarta adalah kali Lebak Bulus, Kali Cideng dan kali Gunung Sahari.
Sementara itu, melansir informasi yang dipublikasikan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat melalui laman resminya, di kali Gunung Sahari, sering terlihat sepasang buaya putih bernama Ki Srintil dan Ni Srintil.
Dilansir dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, roti buaya adalah lambang kesabaran. Umumnya, buaya sangat jeli dan sabar menunggu buruannya. Kemudian, beberapa orang juga beranggapan jika buaya adalah lambang kejantanan.
Seorang peneliti sejarah Betawi, JJ Rizal, sebagaimana yang tertera dalam laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta mengatakan, makna yang tertuang dalam roti buaya adalah orang Betawi baiknya tidak melupakan sejarah Jakarta.
Dahulu kala, Jakarta dikelilingi oleh 13 sungai atau kali dan menjadikan masyarakatnya sebagai masyarakat sungai. Beberapa sungai atau kali yang mengelilingi Jakarta adalah kali Lebak Bulus, Kali Cideng dan kali Gunung Sahari.
Sementara itu, melansir informasi yang dipublikasikan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat melalui laman resminya, di kali Gunung Sahari, sering terlihat sepasang buaya putih bernama Ki Srintil dan Ni Srintil.
Lihat Juga :