Picu Kerumunan, Wali Kota Depok Keluarkan Surat Penundaan Mukota Kadin

Kamis, 25 November 2021 - 14:39 WIB
loading...
Picu Kerumunan, Wali...
Picu kerumunan, Musyawarah Kota (Mukota) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok ditunda. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengeluarkan surat yang isinya Pencabutan Sementara Rekomendasi Musyawarah Kota (Mukota) Kadin . Dalam surat itu tertuang bahwa dengan perkembangan situasi yang terjadi saat ini berpotensi terjadinya kerumunan .

Pasalnya, beredar informasi bahwa adanya aksi massa dari sejumlah asosiasi jasa konstruksi. Mereka mempermasalahkan agenda tersebut lantaran dinilai berbau kecurangan. Baca juga: Klaster Sekolah, Satgas Covid: Kerumunan Penjemput Anak Sekolah Perlu Dievaluasi

Mempertimbangkan situasi yang kurang kondusif maka dikeluarkan surat dengan nomor 8.02/654/SATGAS/2021 tertanggal 24 November 2021 dan ditandatangani Mohammad Idris.

“Dengan memperhatikan perkembangan situasi penyelenggaraan Mukota Kadin berpotensi menimbulkan kerumunan dan tidak dapat dilaksanakannya protokol kesehatan, maka untuk menghindari terjadinya klaster penularan Covid-19 dengan ini Surat Satgas Penanganan Covid-19 untuk sementara dicabut sampai dengan waktu yang belum ditentukan,” kata Idris dalam suratnya seperti dikutip, Kamis (25/11/2021).

Dia meminta, agar pelaksanaan Mukota tidak digelar hari ini. Sesuai jadwal Mukota harusnya digelar 25 November 2021. “Meminta panitia untuk menunda sementara penyelenggaraan Mukota Kadin Depok,” tambahnya.



Sementara itu, Ketua Aliansi Peduli Covid-19 Mohammad Hamzah mendukung kebijakan tersebut. Menurutnya, penundaan pemilihan Kadin Kota Depok oleh wali kota sudah sangat tepat.

“Dikarenakan kegiatan tersebut akan menimbulkan kerumunan, apalagi yang saya dengar akan menghadirkan kurang lebih 8.000 peserta,” katanya.

Jika tetap digelar akan memicu klaster baru. “Wah ini bisa-bisa Depok menjadi klaster penyebaran Covid-19 dan bisa membahayakan warga Depok kalau seperti itu,” ucapnya.

Ditegaskan dia, seharusnya penitia mengindahkan rekomendasi yang dikeluarkan wali kota. Dia mengingatkan agar semua pihak tetap patuh pada protokol kesehatan (prokes) 5M. Baca juga: Polda Metro Jaya Bubarkan Kerumunan Pesta Halloween di Kawasan SCBD

“Seharusnya pihak panitia bisa bersabar diri dulu jangan memaksakan kehendak sehingga merugikan masyarakat Depok dengan klaster baru yang akan timbul akibat acara tersebut," pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Anindya Bakrie Ungkap...
Anindya Bakrie Ungkap Pesan Istana Jelang Rapimnas Kadin 2025
Bahas 2 Isu Besar, Rapimnas...
Bahas 2 Isu Besar, Rapimnas Kadin 2025 Bakal Digelar Awal Desember
Rekomendasi
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved