Hindari Potensi Korupsi, Panitia Formula E Gandeng KPK
Kamis, 25 November 2021 - 11:02 WIB
loading...
Hindari Potensi Korupsi, Panitia Formula E Gandeng KPK. Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Motor Indonesia (IMI) akan meminta pendampingan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelenggaraan Formula E yang bakal digelar pada Juni 2022 mendatang. Adapun IMI merupakan salah satu pihak panitia dari turnamen balap mobil bertenaga listrik tersebut.
Sekjen Pengurus Pusat IMI Ahmad Sahroni mengungkapkan, pihaknya akan beraudiensi dengan KPK setelah panitia untuk ajang balap Formula E terbentuk.Saat ini, pihaknya masih mendalami rencana pembentukan panitia dengan melibatkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara acara dan Formula E Operations, pemegang lisensi balap Formula E.
”Setelah panitia terbentuk untuk pelaksanaan, kami akan meminta pendampingan KPK dalam pelaksanaan Formula E,” kata Sahroni, Rabu (24/11/2021) malam. Baca juga: Formula E Tidak Bisa Dihelat di Monas dan GBK, IMI Rekomendasikan 5 Lokasi Alternatif
Menurutnya, KPK harus ikut andil dalam proses pelaksanaan Formula E, untuk menghindari upaya manuver politik dari pihak-pihak tertentu. Padahal, kata dia, ajang balap ini digelar tidak hanya untuk olahraga saja tapi upaya branding bagi negara pada dunia.
”Karena itu kami dari (panitia) Formula E dan IMI akan berkonsultasi langsung dengan KPK dan meminta KPK untuk ikut andil dalam pengawasan turnamen ini. Hal ini diperlukan, untuk mengawasi langsung dan menghindari potensi penyalahgunaan uang negara dan menghindari politicking,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR ini.
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo alias Bamsoet memastikan ajang balap Formula E di Jakarta akan tetap digelar pada Juni 2022 mendatang. Meski dalam perhelatan ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pendampingan, turnamen Formula E tetap bisa digelar sebagaimana jadwal yang ditetapkan.
”Silahkan hukum berjalan tapi acara ini karena sudah masuk ke tender event internasional, ini tetap harus berjalan,” kata Bamsoet. Dia meyakini, tidak ada masalah dengan turnamen Formula E ini karena telah dirancang sesuai aturan yang berlaku. ”Saya yakin dan percaya ini akan indah pada waktunya dan akan clear pada waktunya,” imbuhnya.
Sekjen Pengurus Pusat IMI Ahmad Sahroni mengungkapkan, pihaknya akan beraudiensi dengan KPK setelah panitia untuk ajang balap Formula E terbentuk.Saat ini, pihaknya masih mendalami rencana pembentukan panitia dengan melibatkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara acara dan Formula E Operations, pemegang lisensi balap Formula E.
”Setelah panitia terbentuk untuk pelaksanaan, kami akan meminta pendampingan KPK dalam pelaksanaan Formula E,” kata Sahroni, Rabu (24/11/2021) malam. Baca juga: Formula E Tidak Bisa Dihelat di Monas dan GBK, IMI Rekomendasikan 5 Lokasi Alternatif
Menurutnya, KPK harus ikut andil dalam proses pelaksanaan Formula E, untuk menghindari upaya manuver politik dari pihak-pihak tertentu. Padahal, kata dia, ajang balap ini digelar tidak hanya untuk olahraga saja tapi upaya branding bagi negara pada dunia.
”Karena itu kami dari (panitia) Formula E dan IMI akan berkonsultasi langsung dengan KPK dan meminta KPK untuk ikut andil dalam pengawasan turnamen ini. Hal ini diperlukan, untuk mengawasi langsung dan menghindari potensi penyalahgunaan uang negara dan menghindari politicking,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR ini.
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo alias Bamsoet memastikan ajang balap Formula E di Jakarta akan tetap digelar pada Juni 2022 mendatang. Meski dalam perhelatan ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pendampingan, turnamen Formula E tetap bisa digelar sebagaimana jadwal yang ditetapkan.
”Silahkan hukum berjalan tapi acara ini karena sudah masuk ke tender event internasional, ini tetap harus berjalan,” kata Bamsoet. Dia meyakini, tidak ada masalah dengan turnamen Formula E ini karena telah dirancang sesuai aturan yang berlaku. ”Saya yakin dan percaya ini akan indah pada waktunya dan akan clear pada waktunya,” imbuhnya.
Lihat Juga :