100 Perempuan Warga DKI Dapatkan Pelatihan, Pendampingan, dan Permodalan UMKM
Rabu, 24 November 2021 - 22:28 WIB
loading...
A
A
A
"Semakin banyak pihak yang terlibat dalam menumbuhkan industri kecil dan menengah terutama untuk kaum perempuan, maka akan semakin baik untuk menumbuhkanperekonomian kita, sehingga kaum perempuan mendapatkan penghasilan melalui industri rumahan. Namun tetap bertanggung jawab terhadap keluarga" kata Regina.
Jezzie Setiawan, selaku founder Gandeng Tangan pun menyatakan, bersedia memberikan bantuan permodalan untuk usaha mikro sehingga dampak dari pelatihan ini dapat terasa bagi masyarakat luas.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2014-2018 tercatat sebanyak 99% dari total unit usaha ekonomi adalah UMKM dengan 50% di antaranya dikelola atau dimiliki oleh perempuan. Baca juga: Sering Jadi Produser Film, Lukman Sardi: Itu Bukan Ambisi
Dan berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 tercatat perempuan yang bekerja di sektor ekonomi kreatif sebanyak 9,4 juta dengan perbandingan perempuan 55% dan laki-laki 45%. Perempuan banyak bergerak pada 3 sektor yakni fashion, kuliner, dan kriya.
Pandemi COVID-19 telah memberi pukulan cukup berat pada perekonomian termasuk bagi sektor UMKM. Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terhadap UMKM menunjukkan bahwa 94 persen usaha mengalami penurunan penjualan, bahkan lebih dari 40 persen UMKM dari berbagai kelas usaha mengalami penurunan penjualan lebih dari 75 persen.
Jezzie Setiawan, selaku founder Gandeng Tangan pun menyatakan, bersedia memberikan bantuan permodalan untuk usaha mikro sehingga dampak dari pelatihan ini dapat terasa bagi masyarakat luas.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2014-2018 tercatat sebanyak 99% dari total unit usaha ekonomi adalah UMKM dengan 50% di antaranya dikelola atau dimiliki oleh perempuan. Baca juga: Sering Jadi Produser Film, Lukman Sardi: Itu Bukan Ambisi
Dan berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 tercatat perempuan yang bekerja di sektor ekonomi kreatif sebanyak 9,4 juta dengan perbandingan perempuan 55% dan laki-laki 45%. Perempuan banyak bergerak pada 3 sektor yakni fashion, kuliner, dan kriya.
Pandemi COVID-19 telah memberi pukulan cukup berat pada perekonomian termasuk bagi sektor UMKM. Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terhadap UMKM menunjukkan bahwa 94 persen usaha mengalami penurunan penjualan, bahkan lebih dari 40 persen UMKM dari berbagai kelas usaha mengalami penurunan penjualan lebih dari 75 persen.
(mhd)
Lihat Juga :