Bima Arya Tak Keberatan Kebijakan PPKM Level 3 pada Libur Nataru

Sabtu, 20 November 2021 - 06:16 WIB
loading...
Bima Arya Tak Keberatan...
Wali Kota Bogor Bima Arya.Foto/MPI/Dok
A A A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto tidak keberatan dengan adanya putusan penerapan PPKM Level 3 pada masa libur Natal dan Tahun (Nataru). Hal itu dinilainya untuk melindungi ekonomi karena dikhawatirkan bisa terjadi lonjakan covid-19.

"Soal ekonomi PPKM Level 3 , kita perketat dikit enggak masalah, dari pada kebobolan nanti dropnya lebih parah lagi," kata Bima, Jumat, 19 November 2021. Dalam kebijakan tersebut, pastinya ada dampak penurunan ekonomi karena Kota Bogor pada dasarnya berada pada PPKM Level 1.

Tetapi, kebijakan ini sebagai pesan bahwa covid-19 belum usai dan perlu diantisipasi lonjakannya. "Jadi ini memberikan pesan bahwa karena Covid-19 belum selesai, jadi sebaiknya liburan akhir tahun ini tidak ke mana-mana juga," ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor akan mengeluarkan teknis PPKM Level 3 di Kota Bogor. Termasuk pembatasan orang saat berada di luar rumah atau melakukan aktivitas keseharian.

"Saya sama Pak Kapolres akan koordinasi kebijakan terkait dengan PPKM Level 3," tegas Bima. Baca: Pemkot Bekasi Jamin Harga Bahan Pokok Terkendali hingga Natal dan Tahun Baru

Terpisah, menanggapi kebijakan tersebut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengaku kecewa. Pasalnya, pada libur Natal dan Tahun Baru ditargetkan okupansi bisa mencapai 100%.

"Kebijakan PPKM Level 3, jelas memukul jasa hotel dan restoran. Seharusnya, momen akhir tahun dipergunakan kami untuk menaikkan revenue untuk menutupi operasional kami yang terganggu dampak pandemi di awal tahun," ujar Yuno.

Yuno menuturkan, mendekati akhir tahun ini okupansi hotel dan restoran sudah membaik. Kota Bogor pun saat ini PPKM Level 1 sehingga telah mendongkrak angka okupansi yang mencapai 85%.

"Target seharusnya 100%, tetapi kebijakan PPKM Level 3 dengan pembatasan-pembatasan menjadi mustahil. Jangan sampai, hotel dan restonya dibatasi, tetapi jalan-jalan tetap ramai, tempat-tempat lain penuh. Itu enggak fair buat kami," pungkasnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
5,8 Juta Kendaraan Melintasi...
5,8 Juta Kendaraan Melintasi 4 Gerbang Tol Jasa Marga Selama Libur Nataru 2025/2026, Naik 9,8%
Kakorlantas: Kendaraan...
Kakorlantas: Kendaraan Keluar Jakarta Naik 11% di Momen Nataru
Rekomendasi
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved