Ini Upaya Penanganan Covid-19 di Denpasar

Jum'at, 05 Juni 2020 - 19:42 WIB
loading...
Ini Upaya Penanganan...
Ini Upaya Penanganan Covid-19 di Denpasar
A A A
KOTA DENPASAR - Beragam upaya terus dilaksanakan guna mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Tak hanya Pemerintah, seluruh lapisan masyarakat dari atas hingga terbawah juga terlibat. Di Kota Denpasar, Banjar, lingkungan dan dusun sudah mulai membentuk Satgas Covid-19. Ide ini pun muncul dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat yang sejatinya mengandung makna gotong royong.

Guna mendukung percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Banjar Abiankapas Kaja secara khusus, Satgas Lingkungan Covid-19 melaksanakan isolasi mandiri serta pengalihan arus lalu lintas. Hal ini dilaksanakan lantaran saat ini, Banjar Adat Abiankapas Kaja merupakan salah satu wilayah zona merah Covid-19.

Sehingga atas usulan Paruman Prajuru Adat yang diketahui oleh Lurah, Kaling dan Sekcam memutuskan untuk melaksanakan isolasi mandiri lingkungan di Jalan Meduri. Yakni dari Batas Bedugul hingga Candi Selatan dialihkan, masyarakat yang tidak berkepentingan diharapkan memilih jalur lain, dan keluar masuk masyarakat dilaksanakan melalui pintu selatan. Isloasi mandiri lingkungan ini akan dilaksanakan selama 14 hari mulai Kamis (4/6/2020) kemarin yang diawasi langsung oleh Pecalang, Prajuru Adat, Linmas, Lurah dan Satgas Covid-19 lingkungan.

Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2020) menjelaskan bahwa dalam penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang diatur dalam Perwali Nomor 32 Tahun 2020, keberadaan adat di Kota Denpasar memiliki wewenang serta masyarakat diberikan ruang untuk mendukung atau membuat kebijakan. Hal ini utamanya dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan isolasi mandiri serta pengalihan arus lalu lintas ini dilaksanakan atas prakarsa dari Parum Klian Adat Banjar Abiankapas Kaja. Kebijakan ini dilaksanakan guna lebih mendisiplinkan masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri. Sedangkan pengalihan arus lalu lintas guna menghindari masyarakat melintasi zona rawan penyebaran, sehingga mampu mencegah terjadinya penyebaran yang lebih masif.

“Jadi ini salah satu upaya yang diusulkan oleh prajuru adat sebagai perwakilan masyarakat adat di Banjar Abiankapas Kaja untuk mendukung percepatan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Abiankapas Kaja, inilah yang kita bangun polanya, dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui bahwa selain di wilayah Banjar Adat Abiankapas Kaja, pelaksanaan isolasi mandiri berbasis lingkungan juga telah dilaksanakan di Wilayah Banjar Adat Pameregan, Denpasar Barat. Tujuanya adalah sama, dimana percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19 adalah kewajiban bersama.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Diserahkan ke Kejaksaan Hari Ini
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved