Optimalkan Program Terumbu Buatan, Nelayan Binaan PKT Ikuti Sertifikasi Menyelam
Senin, 15 November 2021 - 17:21 WIB
loading...
Optimalkan program terumbu buatan di perairan Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) gelar pelatihan dan sertifikasi menyelam bagi 9 nelayan binaan dari kelompok Kimasea, Loktuan, Bontang Utara. (Ist)
A
A
A
BONTANG - Optimalkan program terumbu buatan di perairan Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) gelar pelatihan dan sertifikasi menyelam bagi 9 nelayan binaan dari kelompok Kimasea, Loktuan, Bontang Utara.
Kegiatan berlangsung selama 4 hari, mulai 9-13 November 2021, bekerjasama dengan Profesional Association of Diving Instructor (PADI) dari Bali.
VP CSR PKT Anggono Wijaya, mengatakan pelatihan dan sertifikasi menyelam dilaksanakan untuk mendukung perluasan program terumbu buatan PKT, khususnya monitoring berkala yang melibatkan nelayan binaan dari Kelompok Kimasea. Hal ini merupakan bagian dari peningkatan kompetensi dan kemampuan nelayan binaan, sehingga optimalisasi program dapat tercapai secara maksimal.
Melalui bekal pelatihan dan sertifikasi, nelayan binaan didorong untuk mampu melakukan pemantauan sederhana dan monitoring perkembangan terumbu buatan dengan baik, sehingga potensi kerusakan terumbu oleh beragam faktor bisa diantisipasi.
Apalagi dengan perluasan penurunan terumbu setiap tahun, kemampuan nelayan binaan untuk melakukan perawatan hingga monitoring perlu ditingkatkan agar kesinambungan ekosistem perairan Bontang semakin terjaga.
“Menyelam perlu bekal serta pengetahuan khusus yang wajib dipenuhi. Untuk itu, pelatihan dan sertifikasi perlu dilakukan bagi nelayan binaan,” tutur Anggono.
Kegiatan berlangsung selama 4 hari, mulai 9-13 November 2021, bekerjasama dengan Profesional Association of Diving Instructor (PADI) dari Bali.
VP CSR PKT Anggono Wijaya, mengatakan pelatihan dan sertifikasi menyelam dilaksanakan untuk mendukung perluasan program terumbu buatan PKT, khususnya monitoring berkala yang melibatkan nelayan binaan dari Kelompok Kimasea. Hal ini merupakan bagian dari peningkatan kompetensi dan kemampuan nelayan binaan, sehingga optimalisasi program dapat tercapai secara maksimal.
Melalui bekal pelatihan dan sertifikasi, nelayan binaan didorong untuk mampu melakukan pemantauan sederhana dan monitoring perkembangan terumbu buatan dengan baik, sehingga potensi kerusakan terumbu oleh beragam faktor bisa diantisipasi.
Apalagi dengan perluasan penurunan terumbu setiap tahun, kemampuan nelayan binaan untuk melakukan perawatan hingga monitoring perlu ditingkatkan agar kesinambungan ekosistem perairan Bontang semakin terjaga.
“Menyelam perlu bekal serta pengetahuan khusus yang wajib dipenuhi. Untuk itu, pelatihan dan sertifikasi perlu dilakukan bagi nelayan binaan,” tutur Anggono.
Lihat Juga :