Lumpur Sisa Banjir Bandang Masih Dibersihkan, PTM di SMAN 1 Lembang Diliburkan
Senin, 15 November 2021 - 16:57 WIB
loading...
Tembok ruangan komputer di SMAN 1 Lembang yang jebol akibat banjir bandang mengakibatkan aktivitas PTM di sekolah ini diliburkan sementara karena menungggu pembersihan material lumpur. Foto/MPI/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Dampak banjir bandang yang menerjang SMAN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengakibatkan sejumlah perangkat komputer rusak. Selain itu, aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) juga diliburkan sementara karena ada kelas yang terdampak dan harus dibersihkan.
Kemungkinan PTM kembali di gelar dalam satu atau dua hari ke depan jika pembersihan selesai dilakukan.
Kepala SMAN 1 Lembang, Suhendiana Noor mengatakan, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (13/11/2021) malam itu, mengakibatkan ruangan komputer jebol. Akibatnya sebanyak 35 unit komputer mengalami kerusakan.
Baca juga: Sekolah Rawan Bencana di Bandung Barat Boleh Hentikan PTM Sementara
"Ada 35 komputer yang rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Taksiran kerugiannya mencapai Rp400 juta, termasuk bangunan dan taman yang juga rusak," ucapnya, Senin (15/11/2021).
Pihaknya juga sudah memberikan laporan dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mengajukan perbaikan ruangan dan penggantian 35 komputer yang rusak karena sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
"Disdik Jabar sudah merespons, dan pak kadis telah menghubungi kita, nanyakan keadaan dan sebagainya. Laporan lengkap sudah diberikan," tandasnya.
Kemungkinan PTM kembali di gelar dalam satu atau dua hari ke depan jika pembersihan selesai dilakukan.
Kepala SMAN 1 Lembang, Suhendiana Noor mengatakan, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (13/11/2021) malam itu, mengakibatkan ruangan komputer jebol. Akibatnya sebanyak 35 unit komputer mengalami kerusakan.
Baca juga: Sekolah Rawan Bencana di Bandung Barat Boleh Hentikan PTM Sementara
"Ada 35 komputer yang rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Taksiran kerugiannya mencapai Rp400 juta, termasuk bangunan dan taman yang juga rusak," ucapnya, Senin (15/11/2021).
Pihaknya juga sudah memberikan laporan dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mengajukan perbaikan ruangan dan penggantian 35 komputer yang rusak karena sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
"Disdik Jabar sudah merespons, dan pak kadis telah menghubungi kita, nanyakan keadaan dan sebagainya. Laporan lengkap sudah diberikan," tandasnya.
Lihat Juga :