DKI Tertinggi Sumbang Kasus Covid-19, Wagub DKI: Akibat Pelonggaran PPKM
Selasa, 09 November 2021 - 00:07 WIB
loading...
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, angka kasus aktif Covid-19 di Jakarta tinggi sebagai konsekuensi pelonggaran PPKM. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19, mencatat DKI Jakarta menyumbang kasus positif tertinggi yakni 117 kasus pada Minggu, 7 November 2021. Namun demikian, Jakarta tidak menambah kasus kematian Covid-19.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sebenarnya kasus aktif Covid-19 di Jakarta dapat dikendalikan. "Terkait kasus Covid-19 sesungguhnya kita bersyukur sampai hari ini terjadi penurunan tempat tidur dari 4.577 jadi 200 terpakai jadi 4%. ICU juga dari 207 yang disiapkan terpakai 69 turun menjadi 10%. Kemudian vaksinnya demikian, vaksin terus meningkat sudah 10.954.750 itu dosis 1. Dosis dua sudah 8.549.211 dosis. Target kita 11.426.456 mudah-mudahan dalam beberapa pekan ke depan sudah bisa terlampaui target bsrubyang diputuskan oleh DKI Jakarta," urainya.
Baca juga: Meski Jakarta PPKM Level 1, Pembukaan CFD Masih Tunggu Perkembangan Covid-19
Terkait jumlah positif Covid-19 yang mencapai 117 kasus itu memang terjadi seiring dengan PPKM yang terus menurun sampai level 1. "Itu artinya terjadi pelonggaran, konsekuensinya kita mulai melonggarkan. Adanya pelonggaran juga ada konsekuensi. Artinya, orang semakin besar yang keluar rumah berarti semakin dibukanya restoran, perkantoran, pabrik semua tempat-tempat usaha tempat-tempat kegiatan semakin terbuka semakin besar kapasitasnya dan jam operasionalnya semakin lama itu tentu berpotensi orang yang keluar semakin besar," urainya.
Baca juga: Kabupaten Tangerang PPKM Level 1, PAUD dan TK Gelar PTM Terbatas
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sebenarnya kasus aktif Covid-19 di Jakarta dapat dikendalikan. "Terkait kasus Covid-19 sesungguhnya kita bersyukur sampai hari ini terjadi penurunan tempat tidur dari 4.577 jadi 200 terpakai jadi 4%. ICU juga dari 207 yang disiapkan terpakai 69 turun menjadi 10%. Kemudian vaksinnya demikian, vaksin terus meningkat sudah 10.954.750 itu dosis 1. Dosis dua sudah 8.549.211 dosis. Target kita 11.426.456 mudah-mudahan dalam beberapa pekan ke depan sudah bisa terlampaui target bsrubyang diputuskan oleh DKI Jakarta," urainya.
Baca juga: Meski Jakarta PPKM Level 1, Pembukaan CFD Masih Tunggu Perkembangan Covid-19
Terkait jumlah positif Covid-19 yang mencapai 117 kasus itu memang terjadi seiring dengan PPKM yang terus menurun sampai level 1. "Itu artinya terjadi pelonggaran, konsekuensinya kita mulai melonggarkan. Adanya pelonggaran juga ada konsekuensi. Artinya, orang semakin besar yang keluar rumah berarti semakin dibukanya restoran, perkantoran, pabrik semua tempat-tempat usaha tempat-tempat kegiatan semakin terbuka semakin besar kapasitasnya dan jam operasionalnya semakin lama itu tentu berpotensi orang yang keluar semakin besar," urainya.
Baca juga: Kabupaten Tangerang PPKM Level 1, PAUD dan TK Gelar PTM Terbatas
Lihat Juga :