Banjir Mengancam Jakarta, Kenneth Minta Pemprov Lakukan Inovasi Baru
Senin, 01 November 2021 - 20:28 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau cuma mengandalkan pompa mobile, terus kalau kondisi debit air kalinya tinggi, mau dibuang kemana airnya? Andaikan kalau fenomena banjir kiriman, kondisi air laut pasang dan hujan lokal terjadi secara bersamaan seperti fenomena yang terjadi di awal tahun 2020 yang curah hujannya 377 mm per hari, bagaimana mengantisipasinya? Harus diingat kapasitas drainase Jakarta hanya bisa menampung curah hujan sebanyak 100-150 mm per hari," tegas Kent.
Menurut Kent, dalam menangani banjir perlu ada inovasi baru dalam menyiasatinya. Program Pemprov DKI yang digadang-gadang seperti Grebek Lumpur di sungai dan waduk yang dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA), bukan sesuatu hal yang baru untuk penanganan banjir.
"Pengerukan lumpur bukan suatu hal yang baru untuk menyiasati penanggulangan banjir. Pengerukan lumpur itu memang seharusnya menjadi kegiatan rutin yang harus dilakukan. Jadi tidak perlu menunggu sampai musim penghujan," beber anggota Fraksi PDI Perjuangan itu. Baca: BPBD DKI Catat 13 RT Terendam Banjir Hari Ini
Kent meminta Pemprov DKK harus mampu mempersiapkan inovasi yang jitu dalam menanggulangi banjir di tengah pandemi selain grebek lumpur maupun mengandalkan pompa mobile. Pasalnya, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di sejumlah wilayah.
Termasuk angin kencang dan petir untuk periode 31 Oktober-6 November 2021. Daerah yang berpotensi banjir dan banjir bandang untuk periode mulai hari ini hingga besok ada enam wilayah, salah satunya DKI Jakarta.
"Tidak bisa lagi bersantai dan tidur nyenyak untuk menyiapkan pencegahan bahaya banjir. Harus lebih serius membenahinya jika tidak ingin terjadi banjir besar melanda Jakarta, terutama warga yang tinggal dibantaran kali," kata Kent.
Menurut Kent, dalam menangani banjir perlu ada inovasi baru dalam menyiasatinya. Program Pemprov DKI yang digadang-gadang seperti Grebek Lumpur di sungai dan waduk yang dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA), bukan sesuatu hal yang baru untuk penanganan banjir.
"Pengerukan lumpur bukan suatu hal yang baru untuk menyiasati penanggulangan banjir. Pengerukan lumpur itu memang seharusnya menjadi kegiatan rutin yang harus dilakukan. Jadi tidak perlu menunggu sampai musim penghujan," beber anggota Fraksi PDI Perjuangan itu. Baca: BPBD DKI Catat 13 RT Terendam Banjir Hari Ini
Kent meminta Pemprov DKK harus mampu mempersiapkan inovasi yang jitu dalam menanggulangi banjir di tengah pandemi selain grebek lumpur maupun mengandalkan pompa mobile. Pasalnya, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di sejumlah wilayah.
Termasuk angin kencang dan petir untuk periode 31 Oktober-6 November 2021. Daerah yang berpotensi banjir dan banjir bandang untuk periode mulai hari ini hingga besok ada enam wilayah, salah satunya DKI Jakarta.
"Tidak bisa lagi bersantai dan tidur nyenyak untuk menyiapkan pencegahan bahaya banjir. Harus lebih serius membenahinya jika tidak ingin terjadi banjir besar melanda Jakarta, terutama warga yang tinggal dibantaran kali," kata Kent.
Lihat Juga :