Heboh Duda 60 Tahun Nikahi Gadis 21 Tahun di Pangkep
Kamis, 04 Juni 2020 - 16:07 WIB
loading...
Amam (60) pria asal Panambungan, Maros, Sulawesi Selatan yang bekerja sebagai petani berhasil menikahi gadis muda asal Pangkep bernama Sarfika (21), Rabu (3/6/2020). Foto/iNews TV/Saharuddin
A
A
A
PANGKEP - Pernikahan beda usia kembali membuat heboh. Kali ini terjadi di Kabupaten Pangkep, Sulsel. Seorang duda berusia 60 tahun menikahi gadis berumur 21 tahun pada Rabu (3/6/2020). Mempelai laki-laki bernama Amam, warga asal Panambungan, Kabupaten Maros. Sedangkan, mempelai perempuan bernama Sarfika, warga Kabupaten Pangkep.
Pasangan beda usia 29 tahun itu menikah di tengah pandemi virus corona alias covid-19. Pernikahan ini membuat heboh dunia maya dan warga Jalan Penas, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Amam dan Sarfika sendiri baru kenal dua bulan terakhir sebelum akhirnya memutuskan menikah.
Baca Juga: Anak Rektor UNM Nikah Tutup Jalan, Kasat Lantas Diadukan ke Ombudsman
"Baru kenal sekitar dua bulan lalu, terus memberanikan diri melamar dan akhirnya diterima. Alhamdulillah,'' kata Amam, Kamis, (4/6/2020).
Sementara itu Sarfika, mempelai wanita mengaku senang dan bahagia bisa dipersunting sang suami. Kisah asmara ini berawal saat Amam bekerja sebagai petani empang di Maros. Merasa jatuh hati dengan Sarfika, maka dengan bantuan keluarga, Amam berhasil mempersunting sang pujaan hati dengan mahar Rp15 juta.
Pasangan beda usia 29 tahun itu menikah di tengah pandemi virus corona alias covid-19. Pernikahan ini membuat heboh dunia maya dan warga Jalan Penas, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Amam dan Sarfika sendiri baru kenal dua bulan terakhir sebelum akhirnya memutuskan menikah.
Baca Juga: Anak Rektor UNM Nikah Tutup Jalan, Kasat Lantas Diadukan ke Ombudsman
"Baru kenal sekitar dua bulan lalu, terus memberanikan diri melamar dan akhirnya diterima. Alhamdulillah,'' kata Amam, Kamis, (4/6/2020).
Sementara itu Sarfika, mempelai wanita mengaku senang dan bahagia bisa dipersunting sang suami. Kisah asmara ini berawal saat Amam bekerja sebagai petani empang di Maros. Merasa jatuh hati dengan Sarfika, maka dengan bantuan keluarga, Amam berhasil mempersunting sang pujaan hati dengan mahar Rp15 juta.
Lihat Juga :