Terlibat Adu Mulut dengan PKL, Wali Kota Padangsidimpuan Disoraki Warga
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 02:15 WIB
loading...
Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution, di tengah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Thamrin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Jumat (29/10/2021).Foto/Zia Nasution
A
A
A
PADANGSIDIMPUAN - Wali Kota Padangsidimpuan , Sumatera Utara, Irsan Efendi Nasution, disoraki pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Thamrin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Jumat (29/10/2021). Pemicunya, Irsan terlibat adu mulut dengan PKL setempat.
Pantauan SINDONews.com, aksi tersebut dilakukan pedagang ketika Wali Kota Padangsidimpuan datang ke Jalan Thamrin. Saat itu, puluhan pedagang sedang melakukan aksi unjuk rasa, karena lapak mereka digusur oleh pemerintah setempat.
Baca juga: Lagi, Pedagang di Medan Jadi Tersangka Gegara Melawan Preman
“Wow” teriak warga ketika wali kota datang ke lokasi. Spontan, aksi adu mulut antara puluhan pedagang dan wali kota pun terjadi. Bahkan, ada sejumlah pedagang nekat menari-nari.
Sekitar pukul 14.30 WIB, para pedagang kaki lima berkumpul di Jalan Thamrin menuntut hak atas penerapan perda yang mereka duga tidak diterapkan secara adil.
Herli Kristiani Siregar, salah seorang pedagang kaki lima menuntut agar mereka tidak digusur dari lapak tempat penjualan yang sudah bertahun-tahun. "Kami maunya ditata," katanya.
Dia menambahkan, para pedagang tidak mampu membayar pasar mahera yang begitu mahal. "Dengan kata lain, ekonomi tidak sesuai dengan pendapatan," tegasnya.
"Kami juga menuntut agar Perda No 41 diterapkan juga ke Hotel Megah, Hotel Mega Permata, Ponsel Kembar dan RS Metta Medika, penerapan perda harus dilakukan secara adil," pungkasnya.
Pantauan SINDONews.com, aksi tersebut dilakukan pedagang ketika Wali Kota Padangsidimpuan datang ke Jalan Thamrin. Saat itu, puluhan pedagang sedang melakukan aksi unjuk rasa, karena lapak mereka digusur oleh pemerintah setempat.
Baca juga: Lagi, Pedagang di Medan Jadi Tersangka Gegara Melawan Preman
“Wow” teriak warga ketika wali kota datang ke lokasi. Spontan, aksi adu mulut antara puluhan pedagang dan wali kota pun terjadi. Bahkan, ada sejumlah pedagang nekat menari-nari.
Sekitar pukul 14.30 WIB, para pedagang kaki lima berkumpul di Jalan Thamrin menuntut hak atas penerapan perda yang mereka duga tidak diterapkan secara adil.
Herli Kristiani Siregar, salah seorang pedagang kaki lima menuntut agar mereka tidak digusur dari lapak tempat penjualan yang sudah bertahun-tahun. "Kami maunya ditata," katanya.
Dia menambahkan, para pedagang tidak mampu membayar pasar mahera yang begitu mahal. "Dengan kata lain, ekonomi tidak sesuai dengan pendapatan," tegasnya.
"Kami juga menuntut agar Perda No 41 diterapkan juga ke Hotel Megah, Hotel Mega Permata, Ponsel Kembar dan RS Metta Medika, penerapan perda harus dilakukan secara adil," pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :