Baznas Makassar Ajak Masyarakat Jadikan Sedekah Sebagai Gaya Hidup
Kamis, 28 Oktober 2021 - 14:01 WIB
loading...
Ketua dan Wakil Ketua Baznas Kota Makassar saat coffee morning bareng jurnalis di salah satu kafe di Kota Makassar. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Potensi zakat, infak dan sedekah di Kota Makassar sangat tinggi. Hanya saja, hal ini belum bisa dioptimalkan dengan baik. Diperlukan kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat.
Hal ini disampaikan Pimpiinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar , Waspada Santing saat bincang-bincang zakat, infak dan sedekah bersama jurnalis di salah satu kafe di Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, Kamis (28/10).
Baca juga:Baznas Harapkan Makassar Jadi Kota Zakat
Tingginya potensi zakat, infak, dan sedekah tersebut dapat diukur dari jumlah penduduk Kota Makassar yang mencapai 1,5 juta jiwa.
"Jika 1 juta saja setiap orang bisa menyumbang Rp10.000 perbulan, itu bisa terkumpul sampai Rp1 milliar. Tapi fakta saat ini cuma Rp200 sampai Rp300 juta. Masih jauh ini potensi masih mau digali," ujarnya.
Ketua Baznas Makassar, Ashar Temanggong mengatakan, masyarakat perlu menyadari pentingnya sedekah, dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Pasalnya selain membersihkan harta dan membantu kaum duafa, ganjaran yang diperoleh sesuai isi Alquran adalah 700 kali lipat.
Baca juga:Baznas Sosialisasikan Zakat Perikanan di Sangkarrang
Baznas selaku wadah resmi pemerintah memegang peran penting dalam menyalurkan sedekah, zakat dan infak yang terkumpul. Oleh karena itu, kredibilitas instansi harus dibangun dengam mengintenskan sosialisasi dan peran Baznas di masyarakat.
Azhar menyampaikan, dari Januari hingga September 2021 sudah tersalurkan Rp27 miliar, baik dari Baznas maupun UPZ yang jadi perpanjangan tangan Baznas Makassar . Target tahun ini Rp30 miliar untuk 8 golongan asnaf atau yang berhak menerima zakat.
Baca juga:Baznas Makassar Sasar 500 Anak Ikut Khitanan Gratis
Baznas juga mendorong agar timbul kesadaran untuk sedekah. Pihaknya telah mencanangkan sejumlah program strategis untuk mendukung hal itu. Seperti bantuan usaha bagi saudagar.
Harapannya lewat program tersebut, para saudagar yang diberi bantuan keuangan mampu mengelola anggarannya hingga kemudian mereka yang tadinya menjadi penerima, kemudian beralih jadi pemberi sedekah.
Hal ini disampaikan Pimpiinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar , Waspada Santing saat bincang-bincang zakat, infak dan sedekah bersama jurnalis di salah satu kafe di Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, Kamis (28/10).
Baca juga:Baznas Harapkan Makassar Jadi Kota Zakat
Tingginya potensi zakat, infak, dan sedekah tersebut dapat diukur dari jumlah penduduk Kota Makassar yang mencapai 1,5 juta jiwa.
"Jika 1 juta saja setiap orang bisa menyumbang Rp10.000 perbulan, itu bisa terkumpul sampai Rp1 milliar. Tapi fakta saat ini cuma Rp200 sampai Rp300 juta. Masih jauh ini potensi masih mau digali," ujarnya.
Ketua Baznas Makassar, Ashar Temanggong mengatakan, masyarakat perlu menyadari pentingnya sedekah, dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Pasalnya selain membersihkan harta dan membantu kaum duafa, ganjaran yang diperoleh sesuai isi Alquran adalah 700 kali lipat.
Baca juga:Baznas Sosialisasikan Zakat Perikanan di Sangkarrang
Baznas selaku wadah resmi pemerintah memegang peran penting dalam menyalurkan sedekah, zakat dan infak yang terkumpul. Oleh karena itu, kredibilitas instansi harus dibangun dengam mengintenskan sosialisasi dan peran Baznas di masyarakat.
Azhar menyampaikan, dari Januari hingga September 2021 sudah tersalurkan Rp27 miliar, baik dari Baznas maupun UPZ yang jadi perpanjangan tangan Baznas Makassar . Target tahun ini Rp30 miliar untuk 8 golongan asnaf atau yang berhak menerima zakat.
Baca juga:Baznas Makassar Sasar 500 Anak Ikut Khitanan Gratis
Baznas juga mendorong agar timbul kesadaran untuk sedekah. Pihaknya telah mencanangkan sejumlah program strategis untuk mendukung hal itu. Seperti bantuan usaha bagi saudagar.
Harapannya lewat program tersebut, para saudagar yang diberi bantuan keuangan mampu mengelola anggarannya hingga kemudian mereka yang tadinya menjadi penerima, kemudian beralih jadi pemberi sedekah.
(luq)
Lihat Juga :