Kisah Jacklyn Choppers Polisi yang Selamat Diberondong 11 Tembakan karena Baca Asmaul Husna
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
“Sampai di Bandung, waktu itu jam 11 siang tanggal 7 November 2007, terjadilah baku tembak di Rancaekek,” ujar Jacklyn dalam video yang diunggah di akun YouTube Bamsoet Channel, dikutip Sabtu (20/10/2021).
Jacklyn menuturkan, di dekat pasar, tim Jatanras mencurigai mobil pelaku. Disusunlah skenario penyergapan. Polisi mengetahui pelaku di dalam mobil bersenjata api dan granat.
Oleh para komandan, Jacklyn diingatkan untuk berhati-hati. Namun dalam pikirannya saat itu hanya satu, bagaimana caranya agar pelaku tertangkap. Baca: Dimutasi, Jacklyn Chopper: Dulu Gue Hubungannya ke Penjahat, Sekarang ke Masyarakat
Jacklyn melanjutkan, dalam mobil terdapat empat orang pelaku. Tim Jatanras pun menyerbu, Jacklyn ke bagian membuka pintu mobil dan merangsek ke dalam.
Dia pun lantas mencekik sopir mobil. Di situ lah momen menegangkan terjadi. Saat masuk, tubuhnya disambut dengan berondongan tembakan. Di sisi lain dia juga melontarkan tembakan yang menewaskan pelaku.
"Sebanyak 11 peluru bersarang di tubuh. Di jantung 2 (dekat jantung), 1 di perut kiri, 2 di perut tengah. Satu peluru di lengan kanan, dan tiga di lengan kiri," ujarnya.
“Cuman kita istighfar saja. Di situ ada suatu hal yang di luar nalar. Saat itu komandan juga nangis (dan bilang) ‘Jack jangan sampai (meninggal), harus kuat Jack’,” katanya.
Jacklyn menuturkan, di dekat pasar, tim Jatanras mencurigai mobil pelaku. Disusunlah skenario penyergapan. Polisi mengetahui pelaku di dalam mobil bersenjata api dan granat.
Oleh para komandan, Jacklyn diingatkan untuk berhati-hati. Namun dalam pikirannya saat itu hanya satu, bagaimana caranya agar pelaku tertangkap. Baca: Dimutasi, Jacklyn Chopper: Dulu Gue Hubungannya ke Penjahat, Sekarang ke Masyarakat
Jacklyn melanjutkan, dalam mobil terdapat empat orang pelaku. Tim Jatanras pun menyerbu, Jacklyn ke bagian membuka pintu mobil dan merangsek ke dalam.
Dia pun lantas mencekik sopir mobil. Di situ lah momen menegangkan terjadi. Saat masuk, tubuhnya disambut dengan berondongan tembakan. Di sisi lain dia juga melontarkan tembakan yang menewaskan pelaku.
"Sebanyak 11 peluru bersarang di tubuh. Di jantung 2 (dekat jantung), 1 di perut kiri, 2 di perut tengah. Satu peluru di lengan kanan, dan tiga di lengan kiri," ujarnya.
“Cuman kita istighfar saja. Di situ ada suatu hal yang di luar nalar. Saat itu komandan juga nangis (dan bilang) ‘Jack jangan sampai (meninggal), harus kuat Jack’,” katanya.
Lihat Juga :