Penanganan Banjir di Bekasi Terkendala Sejumlah Persoalan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
”Di situ melewati TPA di mana sampahnya terbawa masuk ke sini. Artinya kami memang harus berkoordinasi dengan (Pemerintah) Kota Bekasi supaya bisa menanggulangi sampah tidak masuk ke Kali Jambe,” ucapnya. Persoalan kedua yakni laju air Kali Jambe terkendala pada persimpangan Tol Jakarta-Cikampek.
Hal serupa pun terjadi pada persimpangan dengan kanal Kalimalang yang menjadi persoalan ketiga.”Setelah di sana dinormalisasi, masuk crossing tol, ada hambatan. Tapi sudah didiskusikan dengan Jasa Marga, akan ditangani 1-2 tahun ke depan. Tapi ada lagi crossing tol di Kalimalang dan itu harus dengan PJT yang terkait itu,” ungkapnya.
Karena persoalan tersebut banyak titik yang tidak bisa diakses oleh alat berat sehingga normalisasi Kali Jambe tidak dapat dilakukan secara maksimal.”Jadi alat berat kita enggak bisa masuk karena enggak ada aksesnya. Apalagi di crossing tol Kalimalang juga terjadi halangan ya. Sehingga air jadi macet,” ucapnya.
Persoalan keempat yakni keberadaan bangunan liar di sejumlah titik yang menghambat laju air di Kali Jambe. Untuk mengantisipasi itu, rencananya akan dibuat kolam retensi yang mampu menampung air saat debit meningkat dan anggaran yang akan digunakan dari APBD 2022 Kabupaten Bekasi.
Seperti diketahui, Februari-Maret lalu banjir besar melanda Kabupaten Bekasi dengan tinggi muka air mencapai lebih dari dua meter. Terparah terjadi di Pebayuran lantaran tanggul di hilir Citarum jebol sehingga merendam ribuan rumah warga. Lebih dari itu, puluhan ribu warga pun terpaksa mengungsi.
Hal serupa pun terjadi pada persimpangan dengan kanal Kalimalang yang menjadi persoalan ketiga.”Setelah di sana dinormalisasi, masuk crossing tol, ada hambatan. Tapi sudah didiskusikan dengan Jasa Marga, akan ditangani 1-2 tahun ke depan. Tapi ada lagi crossing tol di Kalimalang dan itu harus dengan PJT yang terkait itu,” ungkapnya.
Karena persoalan tersebut banyak titik yang tidak bisa diakses oleh alat berat sehingga normalisasi Kali Jambe tidak dapat dilakukan secara maksimal.”Jadi alat berat kita enggak bisa masuk karena enggak ada aksesnya. Apalagi di crossing tol Kalimalang juga terjadi halangan ya. Sehingga air jadi macet,” ucapnya.
Persoalan keempat yakni keberadaan bangunan liar di sejumlah titik yang menghambat laju air di Kali Jambe. Untuk mengantisipasi itu, rencananya akan dibuat kolam retensi yang mampu menampung air saat debit meningkat dan anggaran yang akan digunakan dari APBD 2022 Kabupaten Bekasi.
Seperti diketahui, Februari-Maret lalu banjir besar melanda Kabupaten Bekasi dengan tinggi muka air mencapai lebih dari dua meter. Terparah terjadi di Pebayuran lantaran tanggul di hilir Citarum jebol sehingga merendam ribuan rumah warga. Lebih dari itu, puluhan ribu warga pun terpaksa mengungsi.
(hab)
Lihat Juga :