ACT dan MUI Kolaborasi Hadirkan Operasi Pangan Murah
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:34 WIB
loading...
ACT menyalurkan bantuan sembako dari program Operasi Pangan Murah. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Kemiskinan masih menjadi masalah serius yang dihadapi masyarakat Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) per kuartal I 2021 merilis, jumlah penduduk miskin di Indonesia menembus angka 27,54 juta jiwa.
Jumlah penduduk miskin yang bertambah berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan pangan. Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) mengungkapkan, kerawanan pangan menjadi krisis paling serius yang dihadapi keluarga miskin di masa pandemi. Bahkan, sebanyak 51,8 persen keluarga miskin sulit membeli beras dan sembako.
Baca juga:Cerita Pemuda Disabilitas dari Masamba, Merantau ke Makassar Demi Jadi Dosen
Untuk itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginisiasi Operasi Pangan Murah. Melalui program ini, ACT mengajak masyarakat Indonesia menyediakan kebutuhan pangan berkualitas dengan harga murah untuk keluarga prasejahtera.
Operasi Pangan Murah serentak dilaksanakan dibeberapa titik kota besar Indonesia oleh ACT, salah satunya di Makassar yang berlokasi di Masjid Ash-Shabuur Kampong Kawa Jalan Sunu IV Kota Makassar, Jumat (15/10/2021) siang.
Presiden ACT, Ibnu Khajar menyampaikan, setelah pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang sulit mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Sebab itu, Operasi Pangan Murah dan Operasi Pangan Gratis dihadirkan untuk membantu masyarakat.
“Sebaik-baiknya sedekah adalah memberikan makan kepada saudara kita yang kesulitan,” ungkap Ibnu, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Ibnu menjelaskan, Operasi Pangan Murah dan Distribusi Operasi Pangan Gratis serentak dilakukan di 100 Kantor Cabang ACT yang tersebar di seluruh Indonesia. Baginya, kehadiran program ini adalah cita-cita dan inspirasi besar dalam membangun kepedulian bersama dan mengentaskan masyarakat Indonesia dari kemiskinan.
Pandemi Corona, ACT: Justru Masa Krisis Ini Orang Bersedekah Meningkat
“Saat ini, yang terlihat, masyarakat sudah mulai beraktivitas kembali. Namun faktanya, tidak sedikit masyarakat miskin yang mendatangi kantor cabang ACT di daerah-daerah untuk menanyakan bantuan pangan. Hal ini seolah menunjukkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat, belum pulih” jelasnya.
Ibnu khawatir, saat ini masyarakat Indonesia sedang dibayang-bayangi potensi kemiskinan akut dan tidak mempunyai uang untuk membeli kebutuhan pangan. Setelah pandemi Covid-19, banyak kalangan yang terdampak pemotongan penghasilan. Ia juga mengingatkan tentang nasib anak-anak yatim piatu dan janda yang kehilangan kepala keluarga karena pandemi.
“Semoga program ini menjadi solusi kepada masyarakat prasejahtera dan menjadi spirit kalau sedekah adalah solusi kemiskinan bangsa. Kita ingin menuntaskan kemiskinan dengan sedekah terbaik kita. Kita yakin kalau semuanya berawal dari kedermawanan dan semangat kita bersama. Kami mohon juga dukungan dan doa dari para dermawan dengan menyisihkan sedekah terbaiknya,” tegas Ibnu.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Azrul Tanjung menuturkan, kolaborasi MUI bersama ACT sudah terjalin sejak lama dalam menghadirkan aksi-aksi kemanusiaan untuk membersamai umat, terlebih semenjak kehadiran pandemi Covid-19. Misalnya, pada momen Iduladha lalu telah menyalurkan 1.000 ekor sapi, mendistribusikan 1.000 ton Beras Wakaf, 250.000 karton Air Minum Wakaf, dan menghadirkan Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia.
“Gerakan sedekah dan wakaf akan kita terus lakukan. Sekarang kita tahu yang kesulitan itu bukan hanya orang miskin saja, tetapi orang yang dulu berkecukupan juga mengalami hal yang sama. Alhamdulillah komitmen ACT dalam program-programnya itu luar biasa kuat,” ungkap Azrul.
Baca juga:ACT Sulsel dan MRI Bantu Korban Banjir di Bantaeng dan Jeneponto
Azrul berharap kehadiran program Operasi Pangan Murah dan Operasi Pangan Gratis akan terus digaungkan dan dikuatkan demi membersamai umat.
Operasi Pangan Murah akan dilakukan melalui mekanisme penjualan sembako berupa bahan makanan berisikan 10 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, kecap, garam, dan bahan makanan protein. Masyarakat bisa memperolehnya dengan hanya membeli paket pangan ini sebesar 50 persen dari harga normal.
Jumlah penduduk miskin yang bertambah berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan pangan. Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) mengungkapkan, kerawanan pangan menjadi krisis paling serius yang dihadapi keluarga miskin di masa pandemi. Bahkan, sebanyak 51,8 persen keluarga miskin sulit membeli beras dan sembako.
Baca juga:Cerita Pemuda Disabilitas dari Masamba, Merantau ke Makassar Demi Jadi Dosen
Untuk itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginisiasi Operasi Pangan Murah. Melalui program ini, ACT mengajak masyarakat Indonesia menyediakan kebutuhan pangan berkualitas dengan harga murah untuk keluarga prasejahtera.
Operasi Pangan Murah serentak dilaksanakan dibeberapa titik kota besar Indonesia oleh ACT, salah satunya di Makassar yang berlokasi di Masjid Ash-Shabuur Kampong Kawa Jalan Sunu IV Kota Makassar, Jumat (15/10/2021) siang.
Presiden ACT, Ibnu Khajar menyampaikan, setelah pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang sulit mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Sebab itu, Operasi Pangan Murah dan Operasi Pangan Gratis dihadirkan untuk membantu masyarakat.
“Sebaik-baiknya sedekah adalah memberikan makan kepada saudara kita yang kesulitan,” ungkap Ibnu, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Ibnu menjelaskan, Operasi Pangan Murah dan Distribusi Operasi Pangan Gratis serentak dilakukan di 100 Kantor Cabang ACT yang tersebar di seluruh Indonesia. Baginya, kehadiran program ini adalah cita-cita dan inspirasi besar dalam membangun kepedulian bersama dan mengentaskan masyarakat Indonesia dari kemiskinan.
Pandemi Corona, ACT: Justru Masa Krisis Ini Orang Bersedekah Meningkat
“Saat ini, yang terlihat, masyarakat sudah mulai beraktivitas kembali. Namun faktanya, tidak sedikit masyarakat miskin yang mendatangi kantor cabang ACT di daerah-daerah untuk menanyakan bantuan pangan. Hal ini seolah menunjukkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat, belum pulih” jelasnya.
Ibnu khawatir, saat ini masyarakat Indonesia sedang dibayang-bayangi potensi kemiskinan akut dan tidak mempunyai uang untuk membeli kebutuhan pangan. Setelah pandemi Covid-19, banyak kalangan yang terdampak pemotongan penghasilan. Ia juga mengingatkan tentang nasib anak-anak yatim piatu dan janda yang kehilangan kepala keluarga karena pandemi.
“Semoga program ini menjadi solusi kepada masyarakat prasejahtera dan menjadi spirit kalau sedekah adalah solusi kemiskinan bangsa. Kita ingin menuntaskan kemiskinan dengan sedekah terbaik kita. Kita yakin kalau semuanya berawal dari kedermawanan dan semangat kita bersama. Kami mohon juga dukungan dan doa dari para dermawan dengan menyisihkan sedekah terbaiknya,” tegas Ibnu.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Azrul Tanjung menuturkan, kolaborasi MUI bersama ACT sudah terjalin sejak lama dalam menghadirkan aksi-aksi kemanusiaan untuk membersamai umat, terlebih semenjak kehadiran pandemi Covid-19. Misalnya, pada momen Iduladha lalu telah menyalurkan 1.000 ekor sapi, mendistribusikan 1.000 ton Beras Wakaf, 250.000 karton Air Minum Wakaf, dan menghadirkan Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia.
“Gerakan sedekah dan wakaf akan kita terus lakukan. Sekarang kita tahu yang kesulitan itu bukan hanya orang miskin saja, tetapi orang yang dulu berkecukupan juga mengalami hal yang sama. Alhamdulillah komitmen ACT dalam program-programnya itu luar biasa kuat,” ungkap Azrul.
Baca juga:ACT Sulsel dan MRI Bantu Korban Banjir di Bantaeng dan Jeneponto
Azrul berharap kehadiran program Operasi Pangan Murah dan Operasi Pangan Gratis akan terus digaungkan dan dikuatkan demi membersamai umat.
Operasi Pangan Murah akan dilakukan melalui mekanisme penjualan sembako berupa bahan makanan berisikan 10 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, kecap, garam, dan bahan makanan protein. Masyarakat bisa memperolehnya dengan hanya membeli paket pangan ini sebesar 50 persen dari harga normal.
(luq)
Lihat Juga :