Fenomena Ikan Mabuk di Sungai Cisadane, Antara Mitos dan Penjelasan Ilmiah

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 06:05 WIB
loading...
Fenomena Ikan Mabuk...
Fenomena ikan mabuk di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, ternyata memiliki mitos. Bagi masyarakat sekitar, ikan mabuk menandakan adanya korban meninggal. Foto/SINDOnews
A A A
TANGERANG - Fenomena ikan mabuk di Sungai Cisadane , Kota Tangerang, ternyata memiliki mitos. Bagi masyarakat sekitar, ikan mabuk menandakan adanya korban meninggal tenggelam di Sungai Cisadane.

Baca juga: Polisi Periksa Izin Industri Pembuang Limbah Merah ke Sungai Cisadane

Pegiat lingkungan dari Banksasuci Foundation, Ade Yunus mengatakan, fenomena ikan mabuk di Sungai Cisadane sering kali terjadi. Yang terakhir, terjadi pada Selasa 12 Oktober 2021.

Saat itu, ratusan ikan mabuk dan menjadi rebutan warga yang berada di bantaran kali. Tanpa perlu bersusah payah memancing atau menjala, warga tinggal menangkap ikan yang hanyut terbawa arus Sungai Cisadane.

"Kalau secara mitos warga setempat, setiap kali ada yang meninggal di Sungai Cisadane, biasanya keesokan harinya ikan pada mabuk," kata Ade, kepada SINDOnews, di bantaran Cisadane, Kamis (14/10/2021).

Saat itu, memang ditemukan mayat laki-laki di Sungai Cisadane. Dari keterangan yang berhasil didapat, diketahui pria itu bernama Rudi (22), warga Pasar Lama, Sukasari, Kota Tangerang. Sehari-hari, Rudi bekerja jadi manusia silver.

Mayat manusia silver itu ditemukan mengambang oleh warga sekitar yang sedang mencuci pakaian di Sungai Cisadane.

"Kebetulan kemaren itu ada yang meninggal manusia silver di Sungai Cisadane. Tetapi secara pengamatan arus, setiap ada air kiriman dari hulu, ikan terlihat tergulung-gulung oleh ombak dan terbentur sampah dan bebatuan," tambahnya.

Tetapi, secara ilmiah fenomena ikan mabok diduga akibat dampak dari turunnya PH atau kadar asam air sungai yang disebabkan oleh sejumlah sampah yang terdapat kandungan zat kimia, serta dugaan dampak limbah B3.

"Ya, karena ada limbah B3 yang sengaja dibuang ke Sungai Cisadane. Biasanya, limbah B3 itu mereka buang pada saat malam hari, hujan dan aliran air deras agar kamuflase dan tidak terlalu nampak," sambungnya.

Menurutnya, faktor ilmiah inilah yang paling mungkin menjelaskan fenomena ikan mabuk di Sungai Cisadane, selain mitos yang berkembang di masyarakat dan peristiwa kebetulan penemuan mayat manusia silver.

"Dampak pencemaran limbah ke sungai adalah ikan dan biota air akan mati. Hal ini disebabkan oleh kadar BOD dan COD yang masih tinggi, sehingga partikel limbah akan mengikat sumber oksigen yang ada pada sungai," jelasnya.

Dengan kadar BOD dan COD yang masih tinggi, ikan dan biota air lainnya akan mengalami hambatan dalam mengambil oksigen pada air dan berujung pada kematian. Kemudian, karena adanya limbah cair yang dibuang ke sungai.

"Limbah cair yang masuk ke dalam sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu, dapat mencemari air. Material kasar pada limbah akan menyebar ke penjuru sungai, menyebarkan bakteri dan virus yang berbahaya," paparnya.

Hal ini juga yang membuat air sungai menjadi bau menyengat dan busuk. Bau ini menjadi pencemaran udara bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, serta berbahaya bagi manusia karena mengandung banyak gas metana.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jawab Kebutuhan Pasar,...
Jawab Kebutuhan Pasar, Park Serpong Hadirkan Hunian Mulai Rp330 Juta-996 Jutaan
Tangerang Raya Magnet...
Tangerang Raya Magnet Properti, The First Stone Luncurkan Cluter Emerald 3 Lantai
Tangerang Area Investasi...
Tangerang Area Investasi Prospektif, LPKR Luncurkan Perumahan Terjangkau di Park Serpong
Rekomendasi
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Berita Terkini
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Infografis
Fenomena di Kuwait:...
Fenomena di Kuwait: 34 Menit Menikah vs 75 Menit Perceraian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved