Asal Muasal Rawa Bangke Jatinegara yang Dulunya Tempat Buang Mayat
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Orang Betawi di Jakarta menyebutnya Rawa Bangke sesuai logat Suku Betawi. Selain itu, ada juga satu cerita rakyat yang mengisahkan tentang awal mula daerah Rawa Bangke berjudul Si Hamsyah.
Salah satu sesepuh di Rawa Bunga Haji Sanap menuturkan ada banyak cerita tentang asal muasal nama Rawa Bangke. Dari cerita kakeknya selain pembantaian etnis Tionghoa yang memberontak di Rawa Bangke adalah tempat pembuangan mayat korban perampokan.
Baca juga: Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Kolong Fly Over Tanah Abang
Haji Sanap yang sudah berusia 86 tahun ini mengatakan, banyak juga yang bilang bau busuk dari mayat-mayat yang dibuang oleh para perampok yang zaman Belanda dinamakan begal. Mereka membuang mayat untuk menghilangkan jejak.
"Waktu zaman Belanda saya masih kecil melewati rawa-rawa itu hampir setengahnya hutan. Saya ngeri kalau melewati daerah itu. Kendaraan yang banyak lewat zaman itu adalah sepeda. Di dekat wilayah Rawa Bangke ada pabrik es yang sekarang jadi pasar batu akik," katanya.
Di sekitaran Rawa Bangke ada musala yang dibangun Datuk Biru. Dinamakan demikian karena selalu memakai baju biru. Menurut cerita dari mulut ke mulut Datuk itu adalah pengikut Pangeran Mataram yang menyerbu Batavia pada 1629. Dulu tentara Mataram bermukim di sana. Di sekeliling musala itu masih banyak pohon sawo.
Salah satu sesepuh di Rawa Bunga Haji Sanap menuturkan ada banyak cerita tentang asal muasal nama Rawa Bangke. Dari cerita kakeknya selain pembantaian etnis Tionghoa yang memberontak di Rawa Bangke adalah tempat pembuangan mayat korban perampokan.
Baca juga: Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Kolong Fly Over Tanah Abang
Haji Sanap yang sudah berusia 86 tahun ini mengatakan, banyak juga yang bilang bau busuk dari mayat-mayat yang dibuang oleh para perampok yang zaman Belanda dinamakan begal. Mereka membuang mayat untuk menghilangkan jejak.
"Waktu zaman Belanda saya masih kecil melewati rawa-rawa itu hampir setengahnya hutan. Saya ngeri kalau melewati daerah itu. Kendaraan yang banyak lewat zaman itu adalah sepeda. Di dekat wilayah Rawa Bangke ada pabrik es yang sekarang jadi pasar batu akik," katanya.
Di sekitaran Rawa Bangke ada musala yang dibangun Datuk Biru. Dinamakan demikian karena selalu memakai baju biru. Menurut cerita dari mulut ke mulut Datuk itu adalah pengikut Pangeran Mataram yang menyerbu Batavia pada 1629. Dulu tentara Mataram bermukim di sana. Di sekeliling musala itu masih banyak pohon sawo.
Lihat Juga :