Jumlah Siswa Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah, Rata-rata Gejala Ringan
Rabu, 06 Oktober 2021 - 23:20 WIB
loading...
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMP. FOTO/SINDOnews/HASAN KURNIAWAN
A
A
A
TANGERANG - Jumlah siswa yang tertular Covid-19 di Kota Tangerang, Banten, terus bertambah. Rata-rata siswa yang terinfeksi mengalami gejala ringan.
Berdasarkan data terkini, dari awalnya ada 27 siswa terpapar Covid-19 di 15 sekolah, saat ini sudah mencapai 69 pelajar di 35 sekolah . Meski terbilang banyak, jumlah tersebut kecil jika ditarik dari jumlah sampel yang diambil, yakni 2.638 orang.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMP. Sedangkan untuk SD, PTM masih dipertimbangkan untuk digelar secara virtual.
Baca juga: Klaster Sekolah Muncul di Tasikmalaya, 20 Siswa dan Guru Positif COVID-19
"Ada (tambahan). Jadi setiap diperiksa ada. Tapi satu sekolah satu, satu sekolah ada dua beda kelas. Jadi kondisinya itu, bagusnya mereka kebanyakan tanpa gejala, bukan kebanyakan, rata-rata malah," katanya, Rabu (6/10/2021).
Arief mengatakan, pola penanganan terhadap sekolah yang terpapar Covid-19 harus tepat. Jika sebelumya, dia menutup satu sekolah, kini hanya kelas yang siswanya terpapar gejala ringan saja yang ditutup.
Berdasarkan data terkini, dari awalnya ada 27 siswa terpapar Covid-19 di 15 sekolah, saat ini sudah mencapai 69 pelajar di 35 sekolah . Meski terbilang banyak, jumlah tersebut kecil jika ditarik dari jumlah sampel yang diambil, yakni 2.638 orang.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMP. Sedangkan untuk SD, PTM masih dipertimbangkan untuk digelar secara virtual.
Baca juga: Klaster Sekolah Muncul di Tasikmalaya, 20 Siswa dan Guru Positif COVID-19
"Ada (tambahan). Jadi setiap diperiksa ada. Tapi satu sekolah satu, satu sekolah ada dua beda kelas. Jadi kondisinya itu, bagusnya mereka kebanyakan tanpa gejala, bukan kebanyakan, rata-rata malah," katanya, Rabu (6/10/2021).
Arief mengatakan, pola penanganan terhadap sekolah yang terpapar Covid-19 harus tepat. Jika sebelumya, dia menutup satu sekolah, kini hanya kelas yang siswanya terpapar gejala ringan saja yang ditutup.
Lihat Juga :