Komisaris Bank Sulselbar Dapat Penghargaan TPAKD 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 - 06:00 WIB
loading...
Komisaris Independen Bank Sulselbar, Prof Marsuki DEA
A
A
A
MAKASSAR - Komisaris Independen Bank Sulselbar , Prof Marsuki DEA mendapat penghargaan di ajang TPAKD Award 2021 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua, di Hotel Misiliana, Toraja Utara, Senin (4/10/2021) malam.
Dia dianugerahi penghargaan pada kategori Akademisi dan Media Penggerak Literasi dan Inklusi Keuangan. Penghargaan ini diberikan atas kiprahnya dalam mengedukasi masyarakat di bidang keuangan dan perbankan.
Baca juga: Lutra dan Bank Sulselbar Percepat Digitalisasi UMKM dengan QRIS
Atas raiahan ini, Marsuki mengaku sangat beryukur. Dia menyebut penghargaan ini sebagai suatu kehormatan yang sangat bermanfaat. Baik atas nama pribadi, akademisi, maupun Komisaris Independen di Bank Sulselbar.
“Penghargaan ini mungkin terkait dengan kiprah dan pengabdian saya untuk selalu konsisten dalam mengedukasi masyarakat, termasuk mahasiswa dan pihak-pihak terkait, berupa pemikiran-pemikiran dalam bentuk tulisan pendek dan media elektronik,” kata dia, Selasa (5/10/2021).
Penghargaan ini juga disebutnya didapatkan berkat peran aktifnya di berbagai kesempatan forum group discussion (FGD), seminar-seminar di Pemprov Sulsel, maupun pada acara-acara publik lainnya.
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, Bank Sulselbar Capem Daya Apresiasi Nasabah
“Penghargaan ini merupakan suatu pendorong dan motivasi yang baik bagi saya pribadi untuk selalu berbuat dan berperan dalam mencerdaskan publik,” ujarnya.
Marsuki berharap, penghargaan ini dapat mendorong akademisi maupun masyarakat dalam melakukan pengabdian. Khususnya dalam berbagi pengetahuan demi kemajuan kebidangan yang digeluti.
“Semoga semua usaha positif yang dikakukan dapat bermanfaat bagi publik sekecil apapun itu,” tandasnya.
Baca juga: Peringati Harpelnas 2021, Direksi Bank Sulselbar Menyapa Nasabah
Pada penganugarehan tersebut, Marsuki tidak sempat hadir secara langsung. Ia di saat bersamaan sedang berada di Jakarta.
Terpisah, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengatakan, tingkat akses keunagan secara nasional sudah mencapai 76 persen.
Sementara itu, tingkat inklusi di Sulsel pada 2019 berdasarkan survei yang dilakukan OJK lebih tinggi dibandingkan tingkat inklusi keuangan nasional yakni sebesar 87 persen. Hanya saja meski demikian tingkat inklusi keuangan tersebut masih belum merata.
Baca juga: Bank Sulselbar Serahkan Aset RTH Senilai Rp496 Juta
Ia mengakui, peningkatan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan hanya oleh OJK sendiri, tetapi diperlukan langkah nyata secara bersama-sama. Serta terus bersinergi dan secara kolaboratif dari semua pihak untuk mencapai target inklusi keuangan.
“Olehnya itu OJK telah berkomitmen untuk mendorong pariwisata dan perluasan akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD),” sebutnya.
Dia dianugerahi penghargaan pada kategori Akademisi dan Media Penggerak Literasi dan Inklusi Keuangan. Penghargaan ini diberikan atas kiprahnya dalam mengedukasi masyarakat di bidang keuangan dan perbankan.
Baca juga: Lutra dan Bank Sulselbar Percepat Digitalisasi UMKM dengan QRIS
Atas raiahan ini, Marsuki mengaku sangat beryukur. Dia menyebut penghargaan ini sebagai suatu kehormatan yang sangat bermanfaat. Baik atas nama pribadi, akademisi, maupun Komisaris Independen di Bank Sulselbar.
“Penghargaan ini mungkin terkait dengan kiprah dan pengabdian saya untuk selalu konsisten dalam mengedukasi masyarakat, termasuk mahasiswa dan pihak-pihak terkait, berupa pemikiran-pemikiran dalam bentuk tulisan pendek dan media elektronik,” kata dia, Selasa (5/10/2021).
Penghargaan ini juga disebutnya didapatkan berkat peran aktifnya di berbagai kesempatan forum group discussion (FGD), seminar-seminar di Pemprov Sulsel, maupun pada acara-acara publik lainnya.
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, Bank Sulselbar Capem Daya Apresiasi Nasabah
“Penghargaan ini merupakan suatu pendorong dan motivasi yang baik bagi saya pribadi untuk selalu berbuat dan berperan dalam mencerdaskan publik,” ujarnya.
Marsuki berharap, penghargaan ini dapat mendorong akademisi maupun masyarakat dalam melakukan pengabdian. Khususnya dalam berbagi pengetahuan demi kemajuan kebidangan yang digeluti.
“Semoga semua usaha positif yang dikakukan dapat bermanfaat bagi publik sekecil apapun itu,” tandasnya.
Baca juga: Peringati Harpelnas 2021, Direksi Bank Sulselbar Menyapa Nasabah
Pada penganugarehan tersebut, Marsuki tidak sempat hadir secara langsung. Ia di saat bersamaan sedang berada di Jakarta.
Terpisah, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengatakan, tingkat akses keunagan secara nasional sudah mencapai 76 persen.
Sementara itu, tingkat inklusi di Sulsel pada 2019 berdasarkan survei yang dilakukan OJK lebih tinggi dibandingkan tingkat inklusi keuangan nasional yakni sebesar 87 persen. Hanya saja meski demikian tingkat inklusi keuangan tersebut masih belum merata.
Baca juga: Bank Sulselbar Serahkan Aset RTH Senilai Rp496 Juta
Ia mengakui, peningkatan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan hanya oleh OJK sendiri, tetapi diperlukan langkah nyata secara bersama-sama. Serta terus bersinergi dan secara kolaboratif dari semua pihak untuk mencapai target inklusi keuangan.
“Olehnya itu OJK telah berkomitmen untuk mendorong pariwisata dan perluasan akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD),” sebutnya.
(luq)
Lihat Juga :