Kasus Kejahatan di Jakarta Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Selasa, 05 Oktober 2021 - 17:39 WIB
loading...
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.Foto/SINDOnews/dok
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan terjadi peningkatan angka kriminalitas selama pandemi Covid-19 di wilayah Jakarta. Salah satu kriminalitas yang meningkat adalah kejahatan jalanan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, selama pandemi ini memang ada beberapa kasus kriminalitas yang mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama. Dengan adanya peningkaan kriminalitas ini, Kapolda Metro Jaya sudah memerintahkan untuk membentuk tim khusus termasuk backup yang dikendalikan langsung oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Ada peningkatan patroli di beberapa titik yang dinilai masuk zona merah,” kata Yusri kepada wartawan Selasa (5/10/2021). Bahkan, dibeberapa wilayah hukum Polda Metro Jaya terjadi beberapa kasus begal yang cukup mengkhawatirkan hingga membuat korban tewas.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat terdapat 8.112 kasus kejahatan dan pelanggaran yang terjadi di DKI Jakarta selama tahun 2020 lalu. Jenis kejahatannya beragam, mulai dari pembunuhan, pencurian sampai narkotika.
Di Kepulauan Seribu, tingkat kriminalitas di wilayah berpenduduk 29.100 jiwa ini tercatat terjadi 101 kasus kejahatan selama tahun 2020. Masalah narkotika menjadi yang mendominasi dengan 93 kasus. Pencurian dengan pemberatan menjadi kasus dengan tingkatan terbanyak kedua dengan 6 kali disusul penganiayaan berat dan pencurian biasa yang sama-sama menyumbang 1 kasus.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, selama pandemi ini memang ada beberapa kasus kriminalitas yang mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama. Dengan adanya peningkaan kriminalitas ini, Kapolda Metro Jaya sudah memerintahkan untuk membentuk tim khusus termasuk backup yang dikendalikan langsung oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Ada peningkatan patroli di beberapa titik yang dinilai masuk zona merah,” kata Yusri kepada wartawan Selasa (5/10/2021). Bahkan, dibeberapa wilayah hukum Polda Metro Jaya terjadi beberapa kasus begal yang cukup mengkhawatirkan hingga membuat korban tewas.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat terdapat 8.112 kasus kejahatan dan pelanggaran yang terjadi di DKI Jakarta selama tahun 2020 lalu. Jenis kejahatannya beragam, mulai dari pembunuhan, pencurian sampai narkotika.
Di Kepulauan Seribu, tingkat kriminalitas di wilayah berpenduduk 29.100 jiwa ini tercatat terjadi 101 kasus kejahatan selama tahun 2020. Masalah narkotika menjadi yang mendominasi dengan 93 kasus. Pencurian dengan pemberatan menjadi kasus dengan tingkatan terbanyak kedua dengan 6 kali disusul penganiayaan berat dan pencurian biasa yang sama-sama menyumbang 1 kasus.
Lihat Juga :