Banjir dan Longsor di Luwu, Anggota DPR Minta PUPR Kirim Bantuan
Selasa, 05 Oktober 2021 - 14:17 WIB
loading...
Salah satu wilayah di Kabupaten Luwu yang mengalami bencana tanah longsor. Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU - Anggota DPR RI Komisi V, Muhammad Fauzi langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR, setelah menerima laporan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan.
Kata Fauzi , hal yang paling utama dilakukan selain evakuasi adalah membuka kembali akses, agar kegiatan penanganan dan penyaluran bantuan bisa segera dilakukan. Salah satu daerah yan masih terisolir adalah Desa Ilanbatu Uro, Kecamatan Walenrang barat, dikarenakan akses jalan tertutup material lonsor.
Baca juga:Banjir Bandang Terjang Walmas, Sejumlah Rumah Hanyut
"Kita ketahui dari hasil laporan pasca bencana ini, ada empat kecamatan yang terdampak. Ada beberapa wilayah yang terisolir karena akses terputus tertimbun longsor dan itu secepat mungkin harus dibuka sehingga relawan dan bantuan juga bisa segera masuk ke daerah yang masih terisolir," kata Fauzi . Senin (4/10/2021).
"Tadi saya juga sudah komunikasi langsung dengan Sekjen PUPR terkait bencana tanah longsor dan banjir di Walenrang, minta utuk segera dibantu. Tentu yang paling dibutuhkan untuk membuka akses adalah alat berat," sambung anggota DPR RI Dapil Sulsel III itu.
Selain komunikasi langsung dengan Kementerian PUPR, Fauzi juga meminta Basarnas di tingkat pusat dan provinsi, untuk memberi atensi ke empat kecamatan yang terdampak bencana.
"Kita harap semua kementerian terkait cepat melakukan penanganan pasca banjir, dan saya juga akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait, termasuk PUPR dan Basarnas. Sementara itu yang kita lalukan, sambil menunggu data terbaru apa saja yang harus disegerakan dan apa saja kebutuhan masyarakat kita," tutur Fauzi.
Baca juga:1 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Luwu
Sebelumnya banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu 3 Oktober pukul 16.30 Wita. Selain banjir bandang, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.
Pendataan sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, banjir bandang dan tanah longsor itu telah berdampak di enam kecamatan meliputi Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lamasi dan Lamasi Timur.
Sementara itu, korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor ada sebanyak 127 jiwa, yang mana 27 warga mengungsi di Kecamatan Walerang Utara dan 100 warga mengungsi di masjid yang berada di Kecamatan Walenrang Timur. Selain itu, ada sebanyak 12.000 jiwa terisolir di Kecamatan Walenrang Barat.
Baca juga:4 Korban Longsor di Walenrang Luwu Ditemukan Tak Bernyawa
Dari kejadian itu juga dilaporkan ada empat orang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sementara itu, ada 20 orang yang sebelumnya dirawat secara intensif di Puskesmas Lamasi kini telah kembali ke kediaman masing-masing.
BPBD Kabupaten Luwu juga mencatat kerugian materil sementara ada empat unit rumah rusak berat, dua unit rumah hanyut dan 60 unit rumah terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 1 sampai 3 meter.
Kata Fauzi , hal yang paling utama dilakukan selain evakuasi adalah membuka kembali akses, agar kegiatan penanganan dan penyaluran bantuan bisa segera dilakukan. Salah satu daerah yan masih terisolir adalah Desa Ilanbatu Uro, Kecamatan Walenrang barat, dikarenakan akses jalan tertutup material lonsor.
Baca juga:Banjir Bandang Terjang Walmas, Sejumlah Rumah Hanyut
"Kita ketahui dari hasil laporan pasca bencana ini, ada empat kecamatan yang terdampak. Ada beberapa wilayah yang terisolir karena akses terputus tertimbun longsor dan itu secepat mungkin harus dibuka sehingga relawan dan bantuan juga bisa segera masuk ke daerah yang masih terisolir," kata Fauzi . Senin (4/10/2021).
"Tadi saya juga sudah komunikasi langsung dengan Sekjen PUPR terkait bencana tanah longsor dan banjir di Walenrang, minta utuk segera dibantu. Tentu yang paling dibutuhkan untuk membuka akses adalah alat berat," sambung anggota DPR RI Dapil Sulsel III itu.
Selain komunikasi langsung dengan Kementerian PUPR, Fauzi juga meminta Basarnas di tingkat pusat dan provinsi, untuk memberi atensi ke empat kecamatan yang terdampak bencana.
"Kita harap semua kementerian terkait cepat melakukan penanganan pasca banjir, dan saya juga akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait, termasuk PUPR dan Basarnas. Sementara itu yang kita lalukan, sambil menunggu data terbaru apa saja yang harus disegerakan dan apa saja kebutuhan masyarakat kita," tutur Fauzi.
Baca juga:1 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Luwu
Sebelumnya banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu 3 Oktober pukul 16.30 Wita. Selain banjir bandang, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.
Pendataan sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, banjir bandang dan tanah longsor itu telah berdampak di enam kecamatan meliputi Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lamasi dan Lamasi Timur.
Sementara itu, korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor ada sebanyak 127 jiwa, yang mana 27 warga mengungsi di Kecamatan Walerang Utara dan 100 warga mengungsi di masjid yang berada di Kecamatan Walenrang Timur. Selain itu, ada sebanyak 12.000 jiwa terisolir di Kecamatan Walenrang Barat.
Baca juga:4 Korban Longsor di Walenrang Luwu Ditemukan Tak Bernyawa
Dari kejadian itu juga dilaporkan ada empat orang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sementara itu, ada 20 orang yang sebelumnya dirawat secara intensif di Puskesmas Lamasi kini telah kembali ke kediaman masing-masing.
BPBD Kabupaten Luwu juga mencatat kerugian materil sementara ada empat unit rumah rusak berat, dua unit rumah hanyut dan 60 unit rumah terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 1 sampai 3 meter.
(luq)
Lihat Juga :