Taktik Ublek Telur Kodam Brawijaya Hancurkan PKI Blitar Selatan yang Hendak Bangkit

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 17:24 WIB
loading...
Taktik Ublek Telur Kodam...
Kolonel Inf Witarmin, Komandan Satuan Tugas Operasi Trisula Blitar Selatan Kodam VIII Brawijaya pada 1968. Foto/Repro/SINDOnews/Solichan Arif
A A A
BLITAR - Pada 21 Juli 1968, Oloan Hutapea tewas. Mayat salah satu dedengkot Partai Komunis Indonesia (PKI) itu ditemukan di tebing bebatuan kawasan Gunung Asem, Panggungrejo, Blitar Selatan, Jawa Timur. Kondisinya mengenaskan. Kepalanya terluka parah akibat timpukan batu. Oloan Hutapea adalah salah satu pimpinan Comite Central (CC) PKI yang diburu.

Pasca meletusnya peristiwa 30 September 1965, ia berhasil lolos dari operasi pembersihan. Dari ibukota menyelinap ke wilayah Blitar Selatan. Bersama pimpinan partai yang selamat, Oloan berupaya merekatkan kembali kekuatan partai. Hasil rapat Politbiro CC PKI April 1967, Oloan Hutapea ditunjuk sebagai Ketua Departemen Organisasi.

Baca juga: Pesan Terakhir Kolonel Sugiyono Sebelum Dibunuh PKI: Bu Hari Ini Aku Tidak Jadi Makan di Rumah

Sementara Ketua Politbiro PKI Gaya Baru Blitar Selatan dipegang Ruslan Widjajasatra. Posisinya menggantikan DN Aidit. Sebelum G30S PKI meledak, Ruslan merupakan anggota CC PKI yang merangkap PB Ketua Daerah Jatim tahun 1951. Rewang yang juga berada di Blitar Selatan didapuk sebagai Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda sekaligus anggota Pleno CC PKI.

Sedangkan Munir memegang jabatan Ketua Departemen Perjuangan Bersenjata (Perjuta). Sebelum peristiwa G30SPKI, laki-laki kelahiran Sumenep Madura itu bertugas di Politbiro CC PKI Jakarta. Ia juga sebagai Ketua Dinas SOBSI. PKI Gaya Baru Blitar Selatan menebar teror dengan sandi gerakan Pembasmian Rumput Beracun.

Mereka menerapkan prinsip P3, yakni Perampokan, Penculikan dan Pembunuhan. Sasarannya para pelaku pembantaian orang-orang PKI pada peristiwa 30 September 1965. Seiring itu konsolidasi seluruh kekuatan terus mereka galang.

Baca juga: Bau Anyir Luweng Grubuk, Saksi Sejarah Penumpasan Ribuan Gerombolan PKI di Jogja

Di sejumlah daerah didirikan Comite Proyek (Compro) sebagai basis gerakan dengan Blitar Selatan sebagai pusat gerakan.

Kodam VIII Brawijaya mencium aroma kebangkitan itu. Operasi Trisula Blitar Selatan yang dipimpin Kolonel Infantri Witarmin, sontak digelar.

"Jalan apapun yang ditempuh oleh gerombolan PKI tidak akan menolong dari kehancurannya," kata Kolonel Infantri Witarmin dalam buku Operasi Trisula Kodam VIII/Brawidjaja.

Secara keseluruhan, kegiatan PKI di Blitar Selatan digerakkan tiga kelompok. Politbiro Central Comite PKI, Comite Daerah Besar (Provinsi Jatim) dan Comite Proyek (Compro).

Dipilihnya Blitar Selatan menurut Mayjen Soebijakto karena daerah tersebut tempat terisolasi. Sejak zaman Belanda, Blitar Selatan yang alamnya tandus, dikenal sebagai sarang bromocorah. Sudah lama komunisme tumbuh subur di sana.

"Dan merupakan basis massa PKI sejak 1948 dan sesudah Pemilu 1955," katanya dalam "Banser Berjihad Menumpas PKI".

Di luar aksi teror penculikan, perampokan dan pembunuhan, Politbiro PKI Gaya Baru Blitar Selatan menyusun tesis Perjuangan Bersenjata (Perjuta). Mereka memadukan konsep Mao Tse Tung (Cina) dengan Vo Nguyen Giap, komunis Vietnam. Basis revolusi (Basrev) dibangun. Disiapkan Comite Proyek, Komando Proyek, Detasemen Gerilya (Detga) dan Gerilya Desa (Gerda) sebagai perangkat pertempuran.

PKI Gaya Baru Blitar Selatan tengah menyiapkan Perang Rakyat. Dalam buku Banser Berjihad Menumpas PKI, disebutkan," Pada November 1967, CC PKI Blitar Selatan mengadakan Kursus Kilat Perang Rakyat (KKPR)".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Petugas Lapas Blitar...
2 Petugas Lapas Blitar Diperiksa terkait Dugaan Jual Beli Sel Khusus Rp100 Juta
Unitomo Pemberdayaan...
Unitomo Pemberdayaan Kewirausahaan dan Manajemen Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud Blitar
Siswa SMP di Blitar...
Siswa SMP di Blitar Jadi Korban Bullying Massal, Sahroni Minta Polisi Putus Mata Rantai Kekerasan Anak
Memilukan! Siswa SMP...
Memilukan! Siswa SMP di Blitar Jadi Korban Bullying Massal
Potret Pramono Anung...
Potret Pramono Anung Dampingi Megawati Soekarnoputri Ziarah Makam Bung Karno
Petasan Meledak di Blitar...
Petasan Meledak di Blitar Lukai 4 Bocah, Satu Rumah Hancur
Pengabdian kepada Masyarakat,...
Pengabdian kepada Masyarakat, Tim AKN Putra Sang Fajar Dorong Penerapan Pakan Probiotik Lokal
Fadli Zon Tepis Soeharto...
Fadli Zon Tepis Soeharto Pelaku Genosida: Enggak Pernah Terbukti
G30S/PKI Cukup Jadi...
G30S/PKI Cukup Jadi Sejarah, Hasnuryadi: Tak Boleh Terjadi Lagi
Rekomendasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved