Dituduh Markup Dana Reses, Viani Limardi PSI: Selama Ini Saya Dilarang Bicara

Selasa, 28 September 2021 - 15:10 WIB
loading...
Dituduh Markup Dana...
Anggota DPRD DKI Jakarta dari PSI Viani Limardi. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari PSI Viani Limardi akhirnya buka mulut terkait pemecatan oleh DPP PSI. Viani dituduh melakukan markup dana reses.

Menanggapi itu, Viani langsung menyangkal. Dia menjelaskan, total dana reses sebesar Rp302 juta untuk 16 titik reses. Tugas reses pada Maret 2021, sebanyak 16 titik diselesaikan semua, bahkan ada sisa dana reses sebesar kurang lebih Rp70 juta dikembalikan ke DPRD.
Baca juga: Profil Viani Limardi, Politikus PSI yang Dipecat karena Langgar Gage hingga Gelembungkan Dana Reses

"Tidak hanya pada Maret 2021 saja hampir di setiap kali masa reses saya mengembalikan sisa anggaran reses yang tidak terpakai. Silakan dicek ke DPRD dan BPK. Lalu di mana penggelembungannya?" kata Viani, Selasa (28/9/2021).

Hal yang mengejutkan ternyata Viani selama ini tidak diberikan kesempatan untuk meluruskan oleh pengurus partai. Dia mencontohkan saat dirinya terlibat adu mulut dengan petugas yang berjaga saat kebijakan ganjil genap dimulai.
Baca juga: Dipecat DPP PSI, Viani Limardi Ngaku Belum Terima Surat Resmi

"Selama ini saya dilarang bicara, bahkan tidak diberikan kesempatan untuk klarifikasi seperti contohnya pada kejadian ganjil genap lalu yang mengatakan bahwa saya ribut dengan petugas. Anehnya, saya harus minta maaf untuk sesuatu yang menurut saya benar dan tidak saya lakukan," ungkapnya.

Untuk kali ini, Viani tidak tinggal diam. "Saya akan melawan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," tegasnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Eks Waketum Projo Sebut...
Eks Waketum Projo Sebut Jokowi dan PSI Akan Babak Belur usai Serang JK Pakai Isu SARA
Rekomendasi
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Berita Terkini
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved