Kemenkes Temukan Kasus Covid-19 Klaster Sekolah, Ariza: Kami Akan Sinkronkan Datanya
Selasa, 28 September 2021 - 06:11 WIB
loading...
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza).Foto/MPI/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pengecekan dan sinkronisasi data milik DKI Jakarta terkait kasus Covid-19 pada klaster sekolah. Hal ini menyusul ditemukannya sebanyak 66 kasus Covid-19 selama berlangsungnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berdasarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Kami hormati data yang ada, kami akan sinkronkan datanya. Data dari Kemenkes sangat penting akan kami cocokkan kembali," ungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) di Balai Kota, Senin (27/09/2021).
Ariza berharap temuan dari Kemenkes tersebut bukan terjadi dalam klaster sekolah. Pasalnya, lanjut Ariza, potensi penularan virus Covid-19 dapat terjadi dimana saja.
"Kita tahu potensi penularan penyebaran bisa di rumah, bisa diperjalanan, bisa di sekolah, tempat anak main atau mampir," ujarnya.Baca: Pemprov DKI Sangkal Ada 25 Sekolah Klaster Corona Saat PTM Terbatas
Dia memastikan selama digelarnya PTM tersebut, sekolah melakukan protokol kesehatan secara ketat. Ariza pun meyakini tidak ada penyebaran covid-19 di sekolah."Sejauh ini kami yakini bahwa proses belajar mengajar di sekolah yang kami buka di 620 sekolah semuanya melakukan protokol kesehatan secara ketat baik taat disiplin dan bertanggung jawab," tegasnya
"Kami hormati data yang ada, kami akan sinkronkan datanya. Data dari Kemenkes sangat penting akan kami cocokkan kembali," ungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) di Balai Kota, Senin (27/09/2021).
Ariza berharap temuan dari Kemenkes tersebut bukan terjadi dalam klaster sekolah. Pasalnya, lanjut Ariza, potensi penularan virus Covid-19 dapat terjadi dimana saja.
"Kita tahu potensi penularan penyebaran bisa di rumah, bisa diperjalanan, bisa di sekolah, tempat anak main atau mampir," ujarnya.Baca: Pemprov DKI Sangkal Ada 25 Sekolah Klaster Corona Saat PTM Terbatas
Dia memastikan selama digelarnya PTM tersebut, sekolah melakukan protokol kesehatan secara ketat. Ariza pun meyakini tidak ada penyebaran covid-19 di sekolah."Sejauh ini kami yakini bahwa proses belajar mengajar di sekolah yang kami buka di 620 sekolah semuanya melakukan protokol kesehatan secara ketat baik taat disiplin dan bertanggung jawab," tegasnya
Lihat Juga :