Kesal Truk Tanah Parkir Sembarangan, Warga Legok Tangerang Blokade Jalan
Minggu, 26 September 2021 - 18:15 WIB
loading...
Warga kesal dengan keberadaan truk tanah dan tronton yang parkir sembarangan di pinggir jalan, sehingga menyebabkan kemacetan. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
TANGERANG - Seratusan warga Legok menggelar aksi demo memblokade Jalan Raya Parung Panjang-Curug, tepatnya di depan Pos Pantau Dinas Perhubungan (Dishub), Kabupaten Tangerang. Mereka protes keberadaan truk pengangkut tanah yang parkir sembarangan di pinggir jalan.
Informasi diperoleh, aksi warga itu berlangsung pada Sabtu (25/9/2021) malam yang diwarnai dengan pembakaran ban bekas di tengah jalan. Warga juga melempari truk dengan batu.
Baca juga: Melintas Siang-Malam di Jalan Prancis Tangerang, Truk Tanah Berasa Jalan Miliknya Sendiri
Sakri, salah satu warga Legok yang dikonfirmasi mengatakan, aksi demo warga itu diikuti oleh sekitar seratusan orang. Mereka kesal dengan keberadaan truk tanah dan tronton yang parkir sembarangan di pinggir jalan, sehingga menyebabkan kemacetan.
"Setiap hari terjadi kemacetan arus lalu lintas. Truk tronton sudah standby mulai pukul 19.00 sampai 20.00 WIB. Padahal secara aturan, truk tidak boleh berhenti sembarangan," ujarnya, Minggu (26/9/2021).
Dalam aksi tersebut warga juga sempat bersitegang dengan sopir truk tanah yang nekat melintasi blokade jalan. Warga langsung menyerang truk tanah yang melintas dan melemparinya dengan batu.
Baca juga: Protes Kendaraan Berat Melintas, Warga Timpuki Truk dan Bakar Ban
"Kami menuntut agar truk tronton mematuhi Perbup Nomor 46 Tahun 2018 tentang Pembatasan Operasional Kendaraan Berat di wilayah Kabupaten Tangerang," tandasnya.
Informasi diperoleh, aksi warga itu berlangsung pada Sabtu (25/9/2021) malam yang diwarnai dengan pembakaran ban bekas di tengah jalan. Warga juga melempari truk dengan batu.
Baca juga: Melintas Siang-Malam di Jalan Prancis Tangerang, Truk Tanah Berasa Jalan Miliknya Sendiri
Sakri, salah satu warga Legok yang dikonfirmasi mengatakan, aksi demo warga itu diikuti oleh sekitar seratusan orang. Mereka kesal dengan keberadaan truk tanah dan tronton yang parkir sembarangan di pinggir jalan, sehingga menyebabkan kemacetan.
"Setiap hari terjadi kemacetan arus lalu lintas. Truk tronton sudah standby mulai pukul 19.00 sampai 20.00 WIB. Padahal secara aturan, truk tidak boleh berhenti sembarangan," ujarnya, Minggu (26/9/2021).
Dalam aksi tersebut warga juga sempat bersitegang dengan sopir truk tanah yang nekat melintasi blokade jalan. Warga langsung menyerang truk tanah yang melintas dan melemparinya dengan batu.
Baca juga: Protes Kendaraan Berat Melintas, Warga Timpuki Truk dan Bakar Ban
"Kami menuntut agar truk tronton mematuhi Perbup Nomor 46 Tahun 2018 tentang Pembatasan Operasional Kendaraan Berat di wilayah Kabupaten Tangerang," tandasnya.
Lihat Juga :