Bantimurung Ditutup Sementara, Dispar Maros Kehilangan PAD Rp3 Miliar
Senin, 01 Juni 2020 - 19:00 WIB
loading...
Salah satu pengunjung di wisata alam Bantimurung, Maros beberapa waktu lalu. Dispar Maros kehilangan PAD Rp3 miliar akibat ditutupnya Bantimurung. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Maros berencana kembali membuka beberapa sektor pariwisata secara bertahap. Hal ini dilakukan menyusul akan diberlakukannya new normal oleh pemerintah.
Selama ini, Dispar telah menutup kawasan wisata alam Bantimurung. Penutupan Bantimurung dilakukan sejak pertengahan bulan Maret 2020. Akibatnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Maros kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp3 miliar.
"Lebih dua bulan kawasan wisata itu kami tutup, untuk menghindari penularan COVID-19 . Selama penutupan jika kami hitung-hitung sejak ada imbauan penutupan, kita telah kehilangan pemasukan PAD untuk Bantimurung saja itu sekitar Rp3 miliar," ucap Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Maros Yusriadi.
Baca juga: Pemkab Maros Siap Jalankan Protokol New Normal
Menurut Yusriadi, momen menjelang Ramadhan, atau biasa dikenal dengan istilah minggu ceria, dan hari libur lebaran merupakan momen untuk pariwisata mendulang PAD. Namun karena pandemi COVID-19, maka hal itu tidak bisa tercapai.
Selama ini, Dispar telah menutup kawasan wisata alam Bantimurung. Penutupan Bantimurung dilakukan sejak pertengahan bulan Maret 2020. Akibatnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Maros kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp3 miliar.
"Lebih dua bulan kawasan wisata itu kami tutup, untuk menghindari penularan COVID-19 . Selama penutupan jika kami hitung-hitung sejak ada imbauan penutupan, kita telah kehilangan pemasukan PAD untuk Bantimurung saja itu sekitar Rp3 miliar," ucap Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Maros Yusriadi.
Baca juga: Pemkab Maros Siap Jalankan Protokol New Normal
Menurut Yusriadi, momen menjelang Ramadhan, atau biasa dikenal dengan istilah minggu ceria, dan hari libur lebaran merupakan momen untuk pariwisata mendulang PAD. Namun karena pandemi COVID-19, maka hal itu tidak bisa tercapai.
Lihat Juga :