Disdik DKI Sudah Tegaskan Tak Ada klaster Sekolah, DPRD Tetap Minta Dilakukan Testing
Sabtu, 25 September 2021 - 09:18 WIB
loading...
DPRD DKI Jakarta meminta Disdik segera menindaklanjuti temuan 25 klaster Covid-19 yang berasal dari kegiatan belajar tatap muka.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
JAKARTA - DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Pendidikan (Disdik) segera menindaklanjuti temuan 25 klaster Covid-19 yang berasal dari kegiatan belajar tatap muka. Padahal, Disdik DKI Jakarta sudah menegaskan tidak ada 25 sekolah di Ibu Kota yang menjadi klaster Covid-19 pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan, upaya tracking, tracing, dan testing harus segera dilakukan agar orang tua siswa merasa tenang, dan kegiatan PTM dapat terus berlangsung. “Jangan sampai karena kita lalai, anak menjadi korban, harus berhenti sekolah lagi,” kata Zita yang merupakan puteri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada wartawan, Sabtu (25/9/2021).
Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) baru-baru ini merilis data survei 25 klaster Covid-19 ditemukan di Jakarta yang berasal dari PTM.
Dalam data yang diunggah di situs https://sekolah.data.kemdikbud.go.id per 22 September 2021, terdapat 25 klaster Covid-19 dari 897 responden sekolah yang mengisi survei. Baca: Pemprov DKI Sangkal Ada 25 Sekolah Klaster Corona Saat PTM Terbatas
Dari 25 klaster tersebut, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan klaster terbanyak akibat PTM, yakni delapan klaster. Jakarta Timur enam klaster, Jakarta Utara lima klaster, Jakarta Selatan 5 klaster, dan 1 klaster di Jakarta Pusat. Total pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang tercatat positif Covid-19 mencapai 227 kasus. Sementara, siswa atau peserta didik yang terpapar dan berstatus positif Covid-19 ada 241 kasus.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan, upaya tracking, tracing, dan testing harus segera dilakukan agar orang tua siswa merasa tenang, dan kegiatan PTM dapat terus berlangsung. “Jangan sampai karena kita lalai, anak menjadi korban, harus berhenti sekolah lagi,” kata Zita yang merupakan puteri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada wartawan, Sabtu (25/9/2021).
Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) baru-baru ini merilis data survei 25 klaster Covid-19 ditemukan di Jakarta yang berasal dari PTM.
Dalam data yang diunggah di situs https://sekolah.data.kemdikbud.go.id per 22 September 2021, terdapat 25 klaster Covid-19 dari 897 responden sekolah yang mengisi survei. Baca: Pemprov DKI Sangkal Ada 25 Sekolah Klaster Corona Saat PTM Terbatas
Dari 25 klaster tersebut, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan klaster terbanyak akibat PTM, yakni delapan klaster. Jakarta Timur enam klaster, Jakarta Utara lima klaster, Jakarta Selatan 5 klaster, dan 1 klaster di Jakarta Pusat. Total pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang tercatat positif Covid-19 mencapai 227 kasus. Sementara, siswa atau peserta didik yang terpapar dan berstatus positif Covid-19 ada 241 kasus.
Lihat Juga :