Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Banyak Anak Putus Sekolah Akibat Pandemi, Dinas Pendidikan Blusukan Cari Siswa

loading...
Banyak Anak Putus Sekolah Akibat Pandemi, Dinas Pendidikan Blusukan Cari Siswa
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo menjelaskan anak putus sekolah yang terus dicari di kampung-kampung. SINDOnews/dok
SURABAYA - Selama pandemi COVID-19 ini banyak keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi. Efek dominonya tentu anak putus sekolah semakin banyak. Untuk mencegah anak putus sekolah, Dinas Pendidikan terus berburu keberadaan anak putus sekolah di Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo menuturkan, pihaknya terus mencari keberadaan anak putus sekolah di Kota Pahlawan. Bahkan, ia sangat berterima kasih apabila ada laporan dari masyarakat yang menemukan keberadaan anak putus sekolah. Baca juga: Putus Sekolah, Puluhan Siswa Bekerja dan Menikah Akibat Pandemi

"Kita terus mencari apakah masih ada anak putus sekolah di Surabaya. Kalau ada pasti segera kami tindaklanjuti," kata Supomo, Kamis (16/9/2021).

Ia melanjutkan, apabila ada pihak yang menyatakan di Surabaya banyak anak putus sekolah, maka data tersebut seharusnya juga disampaikan ke Dinas Pendidikan. Melalui data tersebut, pihaknya memastikan langsung menindaklanjutinya.



"Kalau ada (anak putus sekolah), datanya itu mana? Kita ini malah uber-uber, dalam arti mencari anak putus sekolah . Kalau ketemu, kita pasti sekolahkan dengan berbagai macam cara," jelasnya.

Ia mencontohkan, ketika ditemukan anak putus sekolah yang melebih batas umur, maka Dispendik akan memfasilitasi pendidikannya melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Namun, jika umur anak tersebut masih memenuhi persyaratan, tentu akan difasilitasi pendidikan reguler.

"Oh misal ini masuk PKBM, karena umur sudah kelewatan. Tapi kalau umur memenuhi syarat, kita masukkan ke sekolah reguler. Kalau ketemu anak putus sekolah yang benar-benar memang tidak ingin sekolah, kita fasilitasi ke balai pelatihan kerja," katanya. Baca juga: Kisah Pilu Bocah 11 Tahun, Putus Sekolah Demi Rawat Ayah Lumpuh dan Adik Balita

Supomo juga memastikan telah menyiapkan berbagai solusi agar tidak ada lagi anak putus sekolah di Surabaya. Salah satunya menggandeng lembaga/perusahaan melalui CSR untuk memberikan akses gratis pendidikan khususnya bagi anak dari Keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Itulah solusi-solusi di dalam rangka menghadapi persoalan warga tadi. Kalau ada datanya mana? Kita sekolahkan. (Selama ini) tidak ada aduan, kalau ada pasti langsung kita tindaklanjuti agar bisa sekolah," katanya.

Bahkan, dalam upaya memberantas anak putus sekolah di Surabaya, pemkot juga menggandeng pilar-pilar sosial. Seperti, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) hingga RT/RW. "Kita ini kerjasama dengan IPSM dan TKSK yang ada di masyarakat. Kemudian, komunikasi dengan Pak lurah beserta RT/RW," ujarnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top