Satpol PP Maros Turun Tangan Atasi Kesemrawutan Pasar Subuh
Kamis, 16 September 2021 - 16:10 WIB
loading...
Satpol PP Maros saat menata pedagang subuh di Pasar Rakyat Butta Salewangan, Kamis (16/9). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Kondisi pasar subuh di Pasar Rakyat Butta Salewangan yang dulunya semrawut, akhirnya bisa tertata dengan baik setelah pihak pengelola meminta bantuan penertiban dan penataan ke Satpol PP Maros .
Pasar subuh di lokasi yang lebih dikenal dengan Pasar Tramo itu, sebelumnya juga dikeluhkan para pedagang yang berada di dalam bagunan pasar. Pasalnya, pasar subuh yang harusnya hanya boleh beroperasi sampai jam 7 pagi, justru tetap buka sampai siang hari.
Baca juga: Dua Pekan, Sudah 3 Kali Mutasi Dilakukan di Lingkup Pemkab Maros
Plt Kasatpol PP Maros, Towadeng mengatakan, pihaknya sudah tiga hari melakukan penertiban dan penataan khusus untuk pedagang di pasar subuh itu. Hasilnya, para pedagang kini sudah tertib, baik dari tempat, maupun waktu berjualan.
“ Pak Bupati memerintahkan kami agar penertiban dilakukan dengan humanis. Kami turun selama tiga hari berturut-turut dan alhamdulillah pedagang bisa menerima. Dulunya memang kondisinya sangat semrawut di sana,” kata Towadeng, Kamis (16/9).
Towadeng menjelaskan, penataan pedagang dimulai dengan memberikan garis penanda wilayah berjualan para pelapak yang berukuran 3x3 meter. Setiap pedagang pasar subuh harus berjualan di dalam garis itu, agar tertata rapi.
Pasar subuh di lokasi yang lebih dikenal dengan Pasar Tramo itu, sebelumnya juga dikeluhkan para pedagang yang berada di dalam bagunan pasar. Pasalnya, pasar subuh yang harusnya hanya boleh beroperasi sampai jam 7 pagi, justru tetap buka sampai siang hari.
Baca juga: Dua Pekan, Sudah 3 Kali Mutasi Dilakukan di Lingkup Pemkab Maros
Plt Kasatpol PP Maros, Towadeng mengatakan, pihaknya sudah tiga hari melakukan penertiban dan penataan khusus untuk pedagang di pasar subuh itu. Hasilnya, para pedagang kini sudah tertib, baik dari tempat, maupun waktu berjualan.
“ Pak Bupati memerintahkan kami agar penertiban dilakukan dengan humanis. Kami turun selama tiga hari berturut-turut dan alhamdulillah pedagang bisa menerima. Dulunya memang kondisinya sangat semrawut di sana,” kata Towadeng, Kamis (16/9).
Towadeng menjelaskan, penataan pedagang dimulai dengan memberikan garis penanda wilayah berjualan para pelapak yang berukuran 3x3 meter. Setiap pedagang pasar subuh harus berjualan di dalam garis itu, agar tertata rapi.
Lihat Juga :