Dapur Umum Swadaya Desa Buduran Diharapkan Dicontoh Daerah Lain
Minggu, 31 Mei 2020 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, dapur umum di kawasan RW 02, Desa Buduran bisa menjadi contoh untuk desa lainnya, selain menerapkan isolasi mandiri bagi warga yang tidak mentaati protokol kesehatan, kampung ini juga mendirikan posko konsultasi Covid-19.
Posko ini berguna bagi masyarakat yang kurang memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan, serta cara memutus mata rantai Virus Corona, serta mengedukasi masyarakat tentang penularannya antar manusia.
Sementara itu, Tri Agustiono menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Kapolresta Sidoarjo beserta staf dan jajarannya mengunjungi. "Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, yang berkenan mengunjungi desa kami," ujar Tri Agustiono.
Menurutnya, dapur umum ini dilakukan secara swadaya. Setiap hari ada 300 nasi bungkus didistribusikan pada warga yang membutuhkan. Di antaranya warga yang indekos/pendatang yang tidak bisa pulang, warga lansia dan warga setempat, yang berprofesi supir taksi, pengemudi ojek online (ojol) dan karyawan yang sudah tidak bekerja lagi (dirumahkan).
Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban warga yang sedang terdampak Covid-19. "Kita setiap hari membagikan nasi bungkus sebanyak tiga ratus bungkus, kepada warga yang terdampak convid 19," terangnya.
Posko ini berguna bagi masyarakat yang kurang memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan, serta cara memutus mata rantai Virus Corona, serta mengedukasi masyarakat tentang penularannya antar manusia.
Sementara itu, Tri Agustiono menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Kapolresta Sidoarjo beserta staf dan jajarannya mengunjungi. "Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, yang berkenan mengunjungi desa kami," ujar Tri Agustiono.
Menurutnya, dapur umum ini dilakukan secara swadaya. Setiap hari ada 300 nasi bungkus didistribusikan pada warga yang membutuhkan. Di antaranya warga yang indekos/pendatang yang tidak bisa pulang, warga lansia dan warga setempat, yang berprofesi supir taksi, pengemudi ojek online (ojol) dan karyawan yang sudah tidak bekerja lagi (dirumahkan).
Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban warga yang sedang terdampak Covid-19. "Kita setiap hari membagikan nasi bungkus sebanyak tiga ratus bungkus, kepada warga yang terdampak convid 19," terangnya.
(msd)
Lihat Juga :