Sandiaga Canangkan Olahan Ikan Patin Khas Desa Wisata di Riau Go Internasional
Senin, 13 September 2021 - 20:11 WIB
loading...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Dok/SINDOnews
A
A
A
PEKANBARU - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong, agar Desa Wisata Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Riau, untuk mengekspor produk olahan ikan patin yang menjadi ikon desa tersebut.
“Hari ini kita canangkan patin harus 'go internasional' menggantikan salmon. Karena ikan patin Indonesia memiliki kualitas yang baik dan bergizi tinggi, terutama di Provinsi Riau dibandingkan dengan jenis ikan patin di negara lain,” kata Sandiaga saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Minggu (12/9/2021).
Ikan patin di Desa Wisata Koto Mesjid kemudian diolah masyarakat menjadi berbagai macam produk kuliner dengan cita rasa yang unik.
Seperti kerupuk kulit patin, abon patin, bakso patin, siomay patin, nuget patin, otak-otak patin, cilok patin, ikan asin patin, batagor patin, hingga es dawet patin, serta ada pula keripik batang pisang, dan kelapa jelly (dekla).
Tidak hanya itu, produk ekonomi kreatif di Kampung Patin ini juga sangat menarik. Misalnya produk kriya dari hasil olahan bambu, seperti rotan, dan pandan. Bahkan teman difabel (tuna rungu) juga ikut serta dalam mengolah produk kriya olahan bambu lidi rotan.
“Hari ini kita canangkan patin harus 'go internasional' menggantikan salmon. Karena ikan patin Indonesia memiliki kualitas yang baik dan bergizi tinggi, terutama di Provinsi Riau dibandingkan dengan jenis ikan patin di negara lain,” kata Sandiaga saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Minggu (12/9/2021).
Ikan patin di Desa Wisata Koto Mesjid kemudian diolah masyarakat menjadi berbagai macam produk kuliner dengan cita rasa yang unik.
Seperti kerupuk kulit patin, abon patin, bakso patin, siomay patin, nuget patin, otak-otak patin, cilok patin, ikan asin patin, batagor patin, hingga es dawet patin, serta ada pula keripik batang pisang, dan kelapa jelly (dekla).
Tidak hanya itu, produk ekonomi kreatif di Kampung Patin ini juga sangat menarik. Misalnya produk kriya dari hasil olahan bambu, seperti rotan, dan pandan. Bahkan teman difabel (tuna rungu) juga ikut serta dalam mengolah produk kriya olahan bambu lidi rotan.
Lihat Juga :