Tenaga Medis di Sragen Diintimidasi, Polisi Harus Bertindak Tegas
Minggu, 31 Mei 2020 - 14:03 WIB
loading...
Seorang tenaga medis Puskesmas Kedawung Sragen dikabarkan mendapat ancaman usai melakukan pemeriksaan ke pasien COVID-19. FOTO : DOK SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Seorang tenaga medis UPTD Puskesmas Kedawung Kabupaten Sragen dikabarkan mendapat ancaman serta intimidasi usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien COVID-19. Ancaman yang diberikan melalui whatsapp tersebut membuat petugas kesehatan itu ketakutan.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sudah mendapat laporan ikhwal ancaman tersebut. Dirinya meminta aparat kepolisian untuk tidak ragu menyelesaikan persoalan itu.
"Saya harap polisi tidak usah ragu. Kami mendukung siapapun yang mengancam untuk ditindak, apalagi kepada tenaga medis," kata Ganjar, Minggu (31/5/2020).
Dia meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap para petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya melawan covid-19. Sebab menurutnya, semuanya sudah dilakukan sesuai standar dan prosedur yang ada.
"Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Tolong jangan ada yang aneh-aneh, kita lagi dalam kondisi sulit. Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja," tegasnya.
Ganjar juga mendapat informasi bahwa korban pengancaman menjadi trauma dan ketakutan. Ia meminta agar korban melaporkan kepada petugas secara gamblang tentang apa yang terjadi, sehingga cepat bisa diselesaikan.
"Saya minta korban melaporkan secara gamblang. Tidak boleh ada stigma-stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka," pintanya.(Baca juga : Kasus Perawat Diusir, Pemerintah Diminta Tingkatkan Edukasi Warga )
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sudah mendapat laporan ikhwal ancaman tersebut. Dirinya meminta aparat kepolisian untuk tidak ragu menyelesaikan persoalan itu.
"Saya harap polisi tidak usah ragu. Kami mendukung siapapun yang mengancam untuk ditindak, apalagi kepada tenaga medis," kata Ganjar, Minggu (31/5/2020).
Dia meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap para petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya melawan covid-19. Sebab menurutnya, semuanya sudah dilakukan sesuai standar dan prosedur yang ada.
"Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Tolong jangan ada yang aneh-aneh, kita lagi dalam kondisi sulit. Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja," tegasnya.
Ganjar juga mendapat informasi bahwa korban pengancaman menjadi trauma dan ketakutan. Ia meminta agar korban melaporkan kepada petugas secara gamblang tentang apa yang terjadi, sehingga cepat bisa diselesaikan.
"Saya minta korban melaporkan secara gamblang. Tidak boleh ada stigma-stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka," pintanya.(Baca juga : Kasus Perawat Diusir, Pemerintah Diminta Tingkatkan Edukasi Warga )
Lihat Juga :