Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Ribuan Pelajar di Depok Divaksinasi
Selasa, 07 September 2021 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
"Mudah-mudahan (selesai hari ini). Nanti kami akan pecah belah, mungkin 85 persen sudah. Ada yang belum 12 tahun. Untuk gurunya Insya Allah sudah tervaksin 90% karena komorbid," tuturnya. Menjelang PTM terbatas nanti pihak sekolah juga sudah sejumlah melakukan persiapan. Misalnya menyediakan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, hand sanitizer dan wajib vaksin.
"Mengikuti perintah atau instruksi dari disdik boleh dilaksanakan PTM dengan segala persyaratan untuk prokes terpenuhi. Misalnya fasilitas tempat cuci tangan ada apa namanya pemeriksaan suhu apa namanya termogan, handsanitizer di tiap kelas termasuk gurunya sudah di vaksin," katanya.
Pihaknya menyebut sudah menyebar formulir survei dan persetujuan dari orang tua. Hasilnya, sebanyak 92% orang tua sudah siap meminta PTM. "Surat pernyataan Alhamdulillah kami sudah. Dari seluruh siswa, 1.000 lebih itu yang siap tatap muka. Yang tidak siap 8% dan yang siap 92% meminta tatap muka," ucapnya.
Jika jadi digelar nanti, dia mengingatkan agar siswa dan guru tetap mengedepankan protokol kesehatan 5M. Hal itu untuk mencegah terjadinya klaster baru setelah PTM terbatas. "Prokes tetap harus diterapkan. Kita juga harus membantu pemerintah memutus mata rantai dengan menerapkan 5M," pungkasnya.
"Mengikuti perintah atau instruksi dari disdik boleh dilaksanakan PTM dengan segala persyaratan untuk prokes terpenuhi. Misalnya fasilitas tempat cuci tangan ada apa namanya pemeriksaan suhu apa namanya termogan, handsanitizer di tiap kelas termasuk gurunya sudah di vaksin," katanya.
Pihaknya menyebut sudah menyebar formulir survei dan persetujuan dari orang tua. Hasilnya, sebanyak 92% orang tua sudah siap meminta PTM. "Surat pernyataan Alhamdulillah kami sudah. Dari seluruh siswa, 1.000 lebih itu yang siap tatap muka. Yang tidak siap 8% dan yang siap 92% meminta tatap muka," ucapnya.
Jika jadi digelar nanti, dia mengingatkan agar siswa dan guru tetap mengedepankan protokol kesehatan 5M. Hal itu untuk mencegah terjadinya klaster baru setelah PTM terbatas. "Prokes tetap harus diterapkan. Kita juga harus membantu pemerintah memutus mata rantai dengan menerapkan 5M," pungkasnya.
(hab)
Lihat Juga :