Distan Maros Tingkatkan Kualitas Sapi Ternak dengan Inseminasi Buatan
Selasa, 07 September 2021 - 17:11 WIB
loading...
Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari melakukan inseminasi buatan atau kawin silang terhadap sapi asli Maros. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kabupaten Maros menggelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kali ini kegiatan diisi dengan inseminasi buatan atau kawin suntik pada hewan ternak sapi, di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Selasa (7/9).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Alfian Amri menjelaskan, tujuan perkawinan sapi dengan sistem inseminasi buatan untuk meningkatkan mutu dan genetik ternak sapi lokal. Tak hanya itu, sistem inseminasi buatan dianggap mampu mempercepat peningkatan populasi ternak.
Baca juga:PKK Maros Lakukan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Ibu Hamil
Dia menambahkan, inseminasi ini akan memberi harapan untuk lebih serius memelihara sapi secara intensif. Dia mengakui, daerah Maros masih kalah jauh dari Kabupaten Bone yang terkenal dengan sapinya.
"Dengan program inseminasi ini kita berharap bisa menarik peternak untuk serius menekuni peternakan sapi. Setidaknya mereka tidak lagi menjadikan beternak sapi ini sebagai sampingan. Tapi mereka serius di sini. Karena bila diseriusi, beternak sapi ini bisa menjadi mata pencarian peternak," jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Alfian Amri menjelaskan, tujuan perkawinan sapi dengan sistem inseminasi buatan untuk meningkatkan mutu dan genetik ternak sapi lokal. Tak hanya itu, sistem inseminasi buatan dianggap mampu mempercepat peningkatan populasi ternak.
Baca juga:PKK Maros Lakukan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Ibu Hamil
Dia menambahkan, inseminasi ini akan memberi harapan untuk lebih serius memelihara sapi secara intensif. Dia mengakui, daerah Maros masih kalah jauh dari Kabupaten Bone yang terkenal dengan sapinya.
"Dengan program inseminasi ini kita berharap bisa menarik peternak untuk serius menekuni peternakan sapi. Setidaknya mereka tidak lagi menjadikan beternak sapi ini sebagai sampingan. Tapi mereka serius di sini. Karena bila diseriusi, beternak sapi ini bisa menjadi mata pencarian peternak," jelasnya.
Lihat Juga :