Kronologi Santri Anak-Anak Dianiaya Ustaz Ponpes di Wonosalam Demak

Senin, 06 September 2021 - 07:33 WIB
loading...
Kronologi Santri Anak-Anak...
Rekaman video saat seorang ustaz di Wonosalam, Demak, Jawa Tengah menganiaya santri anak-anak viral di medsos. Foto/Ist
A A A
DEMAK - Jagat dunia maya masih dihebohkan dengan penganiayaan sadis terhadap sejumlah santri anak-anak oleh ustaz pondok pesantren (ponpes) di Wonosalam, Demak, Jawa Tengah. Tindak kekerasan itu terekam video dan viral hingga menjadi perbincangan publik.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono, mengatakan, penganiayaan terjadi di pondok pesantren yang berlokasi di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku M (33) untuk dimintai keterangan.

"Kronologi kejadian, pada hari Rabu tanggal 1 September 2021 sekira pukul 22.00 WIB, Ustadz M datang ke kamar bagian depan pondok tahfidz anak untuk mengecek para santri saat jam tidur," terang Budi Adhy, Minggu malam (5/9/2021).

Baca juga: Aksi Sadisnya Viral di Medsos, Ustaz Penganiaya Santri di Demak Nangis Dibekuk Polisi

"Tetapi terdapat banyak santri yang belum tidur, sehingga pelaku mengingatkan para santri untuk tidur. Tetapi para santri membantah sehingga terjadi pelaku melakukan penganiayaan terhadap para santri dengan cara memukul dan menampar menggunakan tangan kosong," beber dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat Pasal 76c juncto Pasal 80 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 351 KUHPidana.

Baca juga: Kelihaian Gajah Mada Taklukan 2 Kerajaan Besar, Samudera Pasai dan Sunda

"Penanganan kejadian, para korban penganiayaan sudah dibawa ke rumah sakit oleh Polres Demak untuk menjalani pemeriksaan kesehatan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat digegerkan dengan beredarnya video kekerasan yang menimpa sejumlah santri anak-anak. Diduga tayangan kasus kekerasan berdurasi 1 menit 6 detik itu terjadi di sebuah pondok pesantren Demak, Jawa Tengah.

Dalam video terlihat seorang pria menganiaya sejumlah anak. Suara tamparan dan teriakan keras terdengar berkali-kali. Sementara sejumlah anak tetap dalam posisi berbaring. Terlihat pula seorang bocah yang mendadak diangkat dan dipepet ke tembok.

Video itu pun menjadi perbincangan warganet seperti yang diunggah di grup Facebook Info Seputar Demak. Meski baru diunggah 4 jam, namun sudah menuai sekira 4.000 komentar dan dibagikan hingga 4.700 kali.

“Viral vidio ustad menganiaya santri di Pondok Pesantren Tahfidz Anak Darul Musthofa dukuh Krajan Desa Jogoloyo Kecamatan Wonosalam,” tulis akun @Sultan Demak, yang mengunggah video.

Kebanyakan netizen mengecam keras perilaku pria dewasa yang menghajar anak-anak. Terlebih tindakan itu dilakukan di lingkungan pondok pesantren. Sebagian lainnya meminta warganet tak mudah menghakimi sebelum mengetahui latar belakang kasus tersebut.

"Kalo anak saya di gituin apalagi sampe di pukul, Udah ga ada kata jalur damai lagi. Udah hukum aja yang berbicara. Seenaknya aja main pukul" anak orang," tulis akun @Pajamasmufishop.

"Yg namanya anak kecil ya seperti itu ,tidak perlu kasar, yg penting tata krama dan sopan santun harus tidak perlu ,apakah ustad itu tidak pernah kecil, kalau sampai celaka atau gegar otak, tanggung jawab, orang tua yg rugi. Nama pesantren di mana anak itu mondok, pasti jelek dan tidak lagi yg mau mondok, hehehe mondok sendiri ustadnya, emangnya mau ngajar jin," imbuh akun @ Karin Lovu.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Bidik Basis Santri Jawa...
Bidik Basis Santri Jawa Timur, Partai Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
LPSK Telusuri Jumlah...
LPSK Telusuri Jumlah Pasti Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Kemenag Cabut Izin Ponpes...
Kemenag Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Buntut Kasus Pencabulan Santriwati
Rekomendasi
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Berita Terkini
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved