GM Pelni Parepare Terjangkit Corona, Diduga Tertular dari Awak KM Lambelu

Selasa, 21 April 2020 - 15:31 WIB
loading...
GM Pelni Parepare Terjangkit...
GM Pelni Parepare dilaporkan terjangkit virus corona, diduga terpapar dari awak KM Lambelu. Foto/Ilustrasi
A A A
PAREPARE - Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Parepare melaporkan adanya kasus positif virus corona di wilayahnya. Yang tertular bukan orang sembarangan, melainkan General Manager (GM) PT Pelni Cabang Parepare, Gatot Hermanto. Gatot yang sempat dirawat di RSUD Andi Makkasau diduga tertular virus ganas itu dari awak KM Lambelu.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, yang juga Ketua Tim Gugus Penanganan Covid-19 mengatakan sejauh ini pihaknya sangat ketat dalam memutus mata rantai penyebaran corona. "Namun kita mendapatkan berita dari GM PT Pelni Parepare Gatot Hermanto yang dinyatakan positif corona," ujar dia, Selasa (21/4/2020).

Taufan memaparkan riwayat GM Pelni Parepare itu sempat berinteraksi di KM Lambelu pada tanggal 5 April. Kapal tersebut diketahui memuat lebih 100 awak, dimana puluhan di antaranya sudah terpapar covid-19. "Beliau sempat dirawat di RS Fatimah selama lima hari. Karena demamnya tidak turun, kemudian dirujuk ke RSUD Andi Makasau," katanya.

Baca Juga: 24 Pasien Positif Covid-19 di KM Lambelu Dirujuk ke Rumah Sakit Dadi

Dikatakan Taufan, pengambilan sample swab langsung dilakukan Tim Covid-19 RSUD Andi Makkasau terhadap pasien pada 16 April. Sebelumnya juga dilakukan CT scan dan didapatkan hasil pneumonia, sehingga melakukan tes swab kedua dan dirujuk ke Rumah Sakit Makassar.

“Inilah yang kemudian di wilayah Parepare akhirnya ditemukan satu pasien positif corona. Saya dengan jajaran Forkopimda menjadikan kejadian ini harus semakin berhati-hati, khususnya dalam proses kedatangan para penumpang kapal laut di pelabuhan Parepare," papar Taufan.

Taufan melanjutkan sebanyak 22 staf PT Pelni yang pernah berinteraksi langsung dengan Gatot akan dipantau kondisi kesehatannya. Sejauh ini ada seorang staf Pelni Parepare yang menunjukkan gejala terpapar covid-19. “Satu di antaranya mulai menunjukkan gejala, sehingga statusnya menjadi PDP dan saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Andi Makkasau," terangnya.

Tangani 5 Pasien Diduga Corona
Sementara itu, Direktur RSUD Andi Makkasau, Renny Anggraini Sari, mengatakan saat ini pihaknya menangani lima pasien yang terindikasi corona. Dua di antaranya dari pihak Pelni Parepare, satu orang tukang masak di KM Lambelu serta dua pasien yang merupakan anak dan ibu.

"Semua kita swab dan menunggu hasilnya hingga tiga hari ke depan. Namun kondisi semua pasien, baik dan stabil. Bahkan ada yang tidak diopname. Tapi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, tetap kita lakukan perlakuan khusus terhadap seluruh pasien," Renny menjabarkan.

Renny menyebut adanya peningkatan kasus covid-19 mesti disikapi warga dengan meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya juga berpesan agar warga tetap berapa di rumah jika tak ada keperluan di rumah rumah.

"Kalaupun harus tetap keluar rumah, gunakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan karena saat ini Parepare zona merah. Lindungi keluarga dari paparan virus corona karena kita tidak tahu, siapa saja yang terpapar di sekitar kita," ucapnya.

Terpisah, Humas RSUD Andi Makkasau, Farida, mengatakan tim Covid-19 RSUD Andi Makkasau yang menangani pasien saat ini adalah tim kedua yang dibentuk tim managemen rumah sakit bertipe B tersebut. "Semua prosedur tetap dijalankan sesuai penanganan terhadap pasien korona. Termasuk perlindungan terhadap semua tenaga medis yang tergabung dalam tim Covid-19 Parepare," tandasnya.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Kegiatan Keagamaan...
Dukung Kegiatan Keagamaan di Papua, Pelni Kerahkan 2 Kapal Perintis
Pelni Siapkan 7 Armada...
Pelni Siapkan 7 Armada Layani Penumpang Selama Nataru di Manokwari
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Libur Nataru, Pelni Tambah Kapal Rute Tanjungpinang
Rekor Tertinggi Sulut...
Rekor Tertinggi Sulut Selama Pandemi, Kasus Baru Bertambah 367 Orang
Angka COVID-19 di Majalengka...
Angka COVID-19 di Majalengka Terus Merangkak dalam Tiga Hari, 16 Nyawa Melayang
Dua Warga Malaysia di...
Dua Warga Malaysia di Bangka Selatan Ketahuan Terpapar COVID-19
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
Digitalisasi Maritim,...
Digitalisasi Maritim, Pelni dan DTP Perkuat Layanan Berbasis Teknologi Satelit LEO BuanterOne
PT Pelni Buka Lowongan...
PT Pelni Buka Lowongan Kerja Kelasi hingga Dokter, Batas Usia 45 Tahun
Rekomendasi
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
Berita Terkini
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved