Entaskan Balita dari Gizi Buruk, Bupati Noormiliyani Resmikan Program Permata Bunda
Senin, 30 Agustus 2021 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Program Permata Bunda akan dilaksanakan secara berkelanjutan guna percepatan penurunan stunting sesuai dengan target nasional turun hingga 14 persen tahun 2024. Sedangkan posisi angka stunting Barito Kuala hingga saat ini masih berada pada angka 14,62 persen.
“Pemkab Barito Kuala telah menerbitkan Peraturan Bupati Barito Kuala Nomor 96 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Anak Balita,” kata Noormiliyani.
Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ini menyatakan, program Permata Bunda merupakan program kolaborasi dengan dana yang bersumber dari APBD Barito Kuala, APBD kelurahan dan desa, APBD Provinsi Kalsel, APBN melalui Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas, dan CSR.
Sedangkan sasarannya, kata dia, pada 2021 yang telah dianggarkan baik melalui APBD Barito Kuala, dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas, dan APBD kelurahan dan desa dengan target 9.096 jiwa, yang terdiri 5.201 jiwa ibu hamil dan 3.895 jiwa balita.
Sementara makanan tambahan yang diberikan berupa makan siang dengan menu lengkap siap makan (bukan siap saji), menu seimbang yang dibuat dari bahan makanan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dari ibu dan balita yang menjadi target dari program dengan pelaksana petugas gizi, bidan, kader posyandu, PKK desa/kelurahan dan kader PKK yang dilaksanakan minimal 90 hari berturut-turut atau sampai dengan adanya perubahan status gizi balita dan ibu hamil menjadi baik.
“Pemkab Barito Kuala telah menerbitkan Peraturan Bupati Barito Kuala Nomor 96 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Anak Balita,” kata Noormiliyani.
Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ini menyatakan, program Permata Bunda merupakan program kolaborasi dengan dana yang bersumber dari APBD Barito Kuala, APBD kelurahan dan desa, APBD Provinsi Kalsel, APBN melalui Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas, dan CSR.
Sedangkan sasarannya, kata dia, pada 2021 yang telah dianggarkan baik melalui APBD Barito Kuala, dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas, dan APBD kelurahan dan desa dengan target 9.096 jiwa, yang terdiri 5.201 jiwa ibu hamil dan 3.895 jiwa balita.
Sementara makanan tambahan yang diberikan berupa makan siang dengan menu lengkap siap makan (bukan siap saji), menu seimbang yang dibuat dari bahan makanan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dari ibu dan balita yang menjadi target dari program dengan pelaksana petugas gizi, bidan, kader posyandu, PKK desa/kelurahan dan kader PKK yang dilaksanakan minimal 90 hari berturut-turut atau sampai dengan adanya perubahan status gizi balita dan ibu hamil menjadi baik.
Lihat Juga :