Heboh, WNA China Sembelih dan Kuliti Buaya di Pabrik Mega Industri Konawe

Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:40 WIB
loading...
Heboh, WNA China Sembelih...
Sejumlah WNA China saat menyembelih dan menguliti buaya di Konawe, Sulawesi Tenggara. Foto/iNews TV/Febriono Tamenk
A A A
KONAWE - Warga negara asing (WNA) asal China yang bekerja di pabrik mega industri pemurnian nikel PT Obsidian Stanles Steel (OSS) Konawe, Sulawesi Tenggara bikin heboh lantaran menyembelih buaya , Rabu pagi (25/6/2021). Rekaman video penyembelihan satwa dilindungi itu menyebar di media sosial.

Baca juga: Buaya Muara Bikin Geger, Tak Berkutik Nyangkut Jaring Nelayan Asahan

Dalam video tersebut terlihat seekor buaya muara tengah disembelih dan dikuliti oleh sejumlah warga negara asing yang merupakan pekerja di PT OSS.

Baca juga: Banjir Landa Konawe, Puluhan Rumah dan Lahan Pertanian Terendam

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara langsung membentuk tim untuk melakukan investigasi ke lapangan usai mendapat laporan dari masyarakat dan melihat video di media sosial. Petugas mendatangi lokasi yang berada di Kecamatan Morosi.

Heboh, WNA China Sembelih dan Kuliti Buaya di Pabrik Mega Industri Konawe


Kepala BKSDA Sulawesi Tenggara, Sakrianto Djawie menyatakan, informasi awal buaya itu ada yang menangkap dan kemudian disembelih. "Kita lagi siapkan tim untuk investigasi ke sana. Kemungkinan mereka tidak tahu kalau dilindungi. Tapi tetap akan kita proses," katanya.

Sakrianto menyatakan, jika terbukti bersalah dengan sengaja melakukan pembantaian terhadap hewan di lindungi, maka pelaku akan di kenakan Undang–undang no 5 tentang Hewan Dilindungi dengan ancamam hukuman 5 tahun penjara.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Jaga Keseimbangan Ekosistem...
Jaga Keseimbangan Ekosistem Hutan, BCA Dukung Eksistensi Macan Tutul Jawa
Gempa Magnitudo 3,9...
Gempa Magnitudo 3,9 Mengguncang Konawe
Bea Cukai Priok: Ekspor...
Bea Cukai Priok: Ekspor Ilegal 3 Ton Trenggiling Rp183 Miliar Akan Dikirim ke Kamboja
Bea Cukai Priok Gagalkan...
Bea Cukai Priok Gagalkan Ekspor Ilegal 3 Ton Sisik Trenggiling Rp183 Miliar
2 WNA China Pengendali...
2 WNA China Pengendali Sindikat Phishing E-Tilang Palsu Diburu
Sindikat Phishing E-Tilang...
Sindikat Phishing E-Tilang Palsu Dibongkar, 5 Tersangka Dikendalikan WNA China
Kemenhut Gandeng RS...
Kemenhut Gandeng RS Vantara dari India Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat EEHV
Rekomendasi
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berita Terkini
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved