Warga Positif Covid-19 Nekat Masuk Mal di Cibubur, Begini Kronologisnya
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 14:06 WIB
loading...
Salah seorang pengunjung mal dicek suhu badan terlebih dahulu sebelum masuk. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Seorang warga nekat masuk ke pusat perbelanjaan Trans Studio Mall (TSM) Cibubur, Jakarta Timur, meskipun memiliki indikator merah dalam aplikasi PeduliLindungi , Jumat 20 Agustus 2021 sore. Pria tersebut juga terlibat adu mulut dengan petugas yang memberikan penjelasan bahwasanya dia tak diperkenankan masuk ke dalam.
"Pada saat itu tim saya mendapati ada satu bapak-bapak yang indikatornya merah. Sudah kita kasih pengertian, tetapi mereka tidak mau mengerti, artinya ada bahasa-bahasa yang amat tinggi," jelas Event And Promotion Section Head TSM Cibubur Farrah Eddy ketika dihubungi, Sabtu (21/8/2021).
Dia menjelaskan, pada saat negosiasi tersebut, pihak pengelola belum mengetahui yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19. Menurutnya, warga itu ditolak berdasarkan aturan yang melarang jika ada pengunjung yang memiliki indikator merah dalam aplikasi PeduliLindungi. Baca juga: Pusat Perbelanjaan Diizinkan Beroperasi, Begini Suasana Antrean Masuk Mal di Jakarta
"Sampai akhirnya tim saya memfoto dari indikator serta nama. Akhirnya saya forward ke orang PeduliLindungi yang didapatilah keterangan positif Covid-19," tuturnya.
Lebih jauh dikatakan Farah, orang tersebut datang bersama sang istri, akan tetapi istrinya memiliki indikator hijau. Menurut dia, kedua orang tersebut tidak sampai masuk ke dalam mal dan hanya berada di tempat skrining.
"Dia saat itu bersama istrinya, istrinya sih indikator hijau. Istrinya sudah kita berikan akses masuk, karena akses suaminya tertahan mereka berdua tidak masuk," ujarnya.
Warga tersebut, jelas Farah memiliki alasan bahwasanya ada human error saat pengisian data di aplikasi PeduliLindungi oleh sebabnya dia mendapat indikator merah. Namun, Farah menilai bahwa yang bersangkutan kurang memiliki pemahaman terkait Covid-19.
"Pada saat itu tim saya mendapati ada satu bapak-bapak yang indikatornya merah. Sudah kita kasih pengertian, tetapi mereka tidak mau mengerti, artinya ada bahasa-bahasa yang amat tinggi," jelas Event And Promotion Section Head TSM Cibubur Farrah Eddy ketika dihubungi, Sabtu (21/8/2021).
Dia menjelaskan, pada saat negosiasi tersebut, pihak pengelola belum mengetahui yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19. Menurutnya, warga itu ditolak berdasarkan aturan yang melarang jika ada pengunjung yang memiliki indikator merah dalam aplikasi PeduliLindungi. Baca juga: Pusat Perbelanjaan Diizinkan Beroperasi, Begini Suasana Antrean Masuk Mal di Jakarta
"Sampai akhirnya tim saya memfoto dari indikator serta nama. Akhirnya saya forward ke orang PeduliLindungi yang didapatilah keterangan positif Covid-19," tuturnya.
Lebih jauh dikatakan Farah, orang tersebut datang bersama sang istri, akan tetapi istrinya memiliki indikator hijau. Menurut dia, kedua orang tersebut tidak sampai masuk ke dalam mal dan hanya berada di tempat skrining.
"Dia saat itu bersama istrinya, istrinya sih indikator hijau. Istrinya sudah kita berikan akses masuk, karena akses suaminya tertahan mereka berdua tidak masuk," ujarnya.
Warga tersebut, jelas Farah memiliki alasan bahwasanya ada human error saat pengisian data di aplikasi PeduliLindungi oleh sebabnya dia mendapat indikator merah. Namun, Farah menilai bahwa yang bersangkutan kurang memiliki pemahaman terkait Covid-19.
Lihat Juga :