Usai Edi Bonetski, Giliran Mural Dipenjara karena Lapar di Cibodas Dihapus Aparat
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 13:03 WIB
loading...
Mural bertuliskan, Dipenjara Karena Lapar, di Flyover Cibodas, Jatiuwung, Kota Tangerang, dihapus aparat. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
A
A
A
TANGERANG - Setelah mural Edi Bonetski, Hapus Korupsi Boekan Muralnya, muncul mural baru bertuliskan, Dipenjara Karena Lapar, di Flyover Cibodas, Jatiuwung, Kota Tangerang . Mural ini juga langsung dihapus aparat.
Penghapusan mural dan aksi vandal bernada kritis di Kota Tangerang ini menuai kritik. Di antaranya datang dari anggota DPRD Kota Tangerang Syaiful Millah. Kata dia, mural merupakan jerit suara hati rakyat. Baca juga:Mural Mirip Jokowi 404: Not Found di Tangerang, Polisi Sebut Bukan Perkara Pidana
"Mural-mural ini merupakan suara rakyat. Kritik-kritik masyarakat lewat ruang mural ini, marak lantaran suara rakyat tersumbat," kata Syaiful kepada wartawan, Sabtu (21/8/2021).
Menurutnya, pesan mural sangat jelas dan butuh solusi dari pemerintah. Terutama dalam pemberian bantuan sosial. "Kalau dipenjara pemerintah, ini menjadi pelanggaran bahwa jaminan sosialnya mesti diseriuskan," jelasnya.
Meski demikian, sejauh ini dirinya pesan yang disampaikan mural dan vandal di Kota Tangerang masih normatif dan berbau kritik. Dirinya pun berharap, pemerintah tidak berlebihan dan menghapus mural-mural itu.
"Selama ini mural-mural itu masih normatif. Kritikan untuk pemerintah, bahwa PPKM diterapkan dipertimbangkan juga dengan baik kebutuhan masyarakatnya. Pemerintah tidak boleh hapus," tukasnya. Baca juga: Mural Edi Bonetski di Tangerang Bertuliskan Hapus Korupsi Boekan Muralnya Dihapus Aparat
Penghapusan mural dan aksi vandal bernada kritis di Kota Tangerang ini menuai kritik. Di antaranya datang dari anggota DPRD Kota Tangerang Syaiful Millah. Kata dia, mural merupakan jerit suara hati rakyat. Baca juga:Mural Mirip Jokowi 404: Not Found di Tangerang, Polisi Sebut Bukan Perkara Pidana
"Mural-mural ini merupakan suara rakyat. Kritik-kritik masyarakat lewat ruang mural ini, marak lantaran suara rakyat tersumbat," kata Syaiful kepada wartawan, Sabtu (21/8/2021).
Menurutnya, pesan mural sangat jelas dan butuh solusi dari pemerintah. Terutama dalam pemberian bantuan sosial. "Kalau dipenjara pemerintah, ini menjadi pelanggaran bahwa jaminan sosialnya mesti diseriuskan," jelasnya.
Meski demikian, sejauh ini dirinya pesan yang disampaikan mural dan vandal di Kota Tangerang masih normatif dan berbau kritik. Dirinya pun berharap, pemerintah tidak berlebihan dan menghapus mural-mural itu.
"Selama ini mural-mural itu masih normatif. Kritikan untuk pemerintah, bahwa PPKM diterapkan dipertimbangkan juga dengan baik kebutuhan masyarakatnya. Pemerintah tidak boleh hapus," tukasnya. Baca juga: Mural Edi Bonetski di Tangerang Bertuliskan Hapus Korupsi Boekan Muralnya Dihapus Aparat
(mhd)
Lihat Juga :