Interpelasi Anies Soal Formula E, PKS: Terlalu Prematur dan Remeh

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 09:00 WIB
loading...
Interpelasi Anies Soal...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PKS Abdul Aziz menyayangkan sikap PSI yang mengajukan hak interpelasi terkait dengan penyelenggaraan Formula E 2022. Sebelumnya, PSI dan PDIP mengajukan hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait balapan Formula E .

"Menurut kami terlalu prematur dan remeh jika hanya karena formula E ada interpelasi, saat ini kita sedang dalam pandemi, banyak korban berjatuhan, kita saksikan kinerja gubernur DKI luar biasa kita lihat hasilnya pada 17 Agustus 2021 ini DKI sudah jadi zona hijau, dan ini sangat layak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri," kata Abdul Aziz di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Menurut Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta ini, masih banyak agenda yang lebih penting dibanding mengajukan hak interpelasi. Baca juga: Fraksi PAN DPRD DKI Nilai Interpelasi Formula E Kurang Tepat

"Saya tidak mengerti logikanya jika ada yang masih bicara interpelasi pada saat agenda-agenda yang menjadi tugas pokok dewan tertunda seperti sekarang ini, terlampir tugas dewan yang belum dilaksanakan dan sangat mendesak karena terkait dengan pelayanan ke warga DKI," ungkapnya.

Dia pun merinci agenda dewan yang tertunda antara lain; Perda Covid, Perda RDTR dan Zonasi, Revisi RPJMD, Reses, Sosper, Kungker, Perubahan 2021 dan KUA 2022.

Sekadar informasi, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (F-PSI) DPRD DKI Jakarta resmi mengajukan hak interpelasi terkait dengan penyelenggaraan Formula E 2022.

Dalam surat pengajuan hak interpelasi yang ditandatangani delapan anggota Fraksi PSI itu menyebut pengajuan itu bertujuan untuk meminta penjelasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait dengan program yang memakan anggaran triliunan rupiah itu. Baca juga: Ariza Pastikan Jakarta Tetap Gelar Balapan Formula E pada 2022

"Pengajuan interpelasi ini bersifat penting mengingat alokasi anggaran triliunan di tengah pandemi serta rentetan indikasi dan potensi pelanggaran hukum sebagaimana temuan BPK," kata Ketua DPW PSI Michael Victor Sianipar dalam keterangan tertulis, Selasa 18 Agustus 2021.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Rekomendasi
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved