Kota Bekasi Mulai Data Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Kamis, 19 Agustus 2021 - 12:04 WIB
loading...
Kota Bekasi Mulai Data...
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
BEKASI - Pemkot Bekasi tengah mengupayakan pendataan terhadap anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar COVID-19. Pendataan ini merajuk kepada surat Kementrian Sosial RI Nomor: S-236/MS/C/HK 01/8/2021 tanggal 9 Agustus 2021 mengenai pendataan anak yang orang tuanya meninggal COVID-19.

”Nanti yang melakukan pendataan dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk mendata anak yatim piatu akibat orang tuanya meninggal karena COVID-19,” ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (19/8).

Selain melakukan pendataan, kata dia, pemerintah bersedia menerima laporan pendataan dari warga masyarakat itu sendiri yang disampaikan kepada pihak kecamatan/kelurahan se-Kota Bekasi. Setelah terdata, nantinya akan dilaporkan oleh pemerintah setempat kepada Kementerian Sosial untuk segera ditindaklanjuti.

Rahmat menjelaskan, pandemi telah mengakibatkan banyak perubahan diberbagai aspek kehidupan saat ini, termasuk bagi anak-anak. Baca: BPS Nilai Kepatuhan Warga Bekasi Terhadap Protokol Kesehatan Sangat Baik

Selain adanya ketakutan terpapar COVID-19, anak-anak juga kerap berpotensi kehilangan orang-orang terdekat mereka yang meninggal. Hal ini membuat banyak anak akhirnya harus menjadi anak yatim, piatu dan yatim piatu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menambahkan, pendataan terhadap anak yatim piatu diwilayahnya baru mulai dilakukan pendataan. Untuk memastikan pendataan akurat, instansinya akan berkordinasi dengan Dinas Sosial.”Untuk saat ini datanya belum ada, masih akan melakukan pendataan,” ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Berita Terkini
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved