AMAN Jayapura Minta Pemerintah Libatkan Masyarakat Lokal dalam PON XX
Rabu, 18 Agustus 2021 - 12:23 WIB
loading...
Ketua AMAN Jayapura, Benhur Wally saat di wawancarai di Sentani.
A
A
A
SENTANI - Ketua pengurus daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jayapura Benhur Wally mengatakan, Sub PB PON XX Kabupaten Jayapura akan melibatkan masyarakat lokal yang tinggal dekat dengan fasilitas penunjang PON XX.
Menurutnya, masyarakat lokal yang tinggal dekat dengan venue atau fasilitas penunjang PON diutamakan dalam proses perekrutan relawan. Hal ini akan lebih baik secara emosional dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal jauh dengan fasilitas penunjang.
"Ketika direkrut, mereka ( masyarakat) akan muncul rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan, " ujar Benny sapaan akrabnya di Sentani, Senin ( 17/8/2021).
Masyarakat lokal yang direkrut adalah mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Dengan demikian ada lapangan pekerjaan yang tersedia.
Selain itu, panitia sub PON dan pemerintah daerah sudah harus memikirkan langkah berikutnya setelah PON berakhir. Ke depan masih ada Peparnas dan kongres AMAN 2022, dan event daerah, Nasional dan Internasional lainnya.
Benny menyatakan venue olahraga untuk PON XX sangat besar dan sudah pasti membutuhkan banyak tenaga kerja, seperti keamanan dan kebersihan. Hal ini dapat menggunakan tenaga kerja dari masyarakat lokal. Belasan venue yang sudah terbangun ini, dikhawatirkan setelah PON XX dibiarkan terlantar dan tidak diurusi oleh pemerintah daerah.
Ia mengumpamakan di Kampung Harapan Distrik Sentani Timur, ada stadion utama, ada istora, ada juga venue aquatik dan menembak indoor. Sedangkan di Sentani ada stadion bas youwe, ada venue soft ball dan baseball serta menembak outdoor. Lalu di Waibhu ada hockey dan kricket.
Menurutnya, masyarakat lokal yang tinggal dekat dengan venue atau fasilitas penunjang PON diutamakan dalam proses perekrutan relawan. Hal ini akan lebih baik secara emosional dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal jauh dengan fasilitas penunjang.
"Ketika direkrut, mereka ( masyarakat) akan muncul rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan, " ujar Benny sapaan akrabnya di Sentani, Senin ( 17/8/2021).
Masyarakat lokal yang direkrut adalah mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Dengan demikian ada lapangan pekerjaan yang tersedia.
Selain itu, panitia sub PON dan pemerintah daerah sudah harus memikirkan langkah berikutnya setelah PON berakhir. Ke depan masih ada Peparnas dan kongres AMAN 2022, dan event daerah, Nasional dan Internasional lainnya.
Benny menyatakan venue olahraga untuk PON XX sangat besar dan sudah pasti membutuhkan banyak tenaga kerja, seperti keamanan dan kebersihan. Hal ini dapat menggunakan tenaga kerja dari masyarakat lokal. Belasan venue yang sudah terbangun ini, dikhawatirkan setelah PON XX dibiarkan terlantar dan tidak diurusi oleh pemerintah daerah.
Ia mengumpamakan di Kampung Harapan Distrik Sentani Timur, ada stadion utama, ada istora, ada juga venue aquatik dan menembak indoor. Sedangkan di Sentani ada stadion bas youwe, ada venue soft ball dan baseball serta menembak outdoor. Lalu di Waibhu ada hockey dan kricket.
Lihat Juga :