Cerita Pembuatan Bendera Pusaka, Tenda Warung Soto dan Rp500 Sen Begini Kisahnya

Selasa, 17 Agustus 2021 - 07:22 WIB
loading...
Cerita Pembuatan Bendera...
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari pengibaran bendera pusaka sang saka merah putih di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta. Foto Ist
A A A
Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari pengibaran bendera pusaka sang saka merah putih di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta. Ada kisah menarik terkait asal usul bahan Bendera Pusaka Merah Putih yang dijahit oleh Ibu negara Fatmawati.

Baca : Bendera Pusaka Dijahit oleh Fatmawati, Ini Profilnya!

Menurut Buku Catatan Kecil Bersama Bung Karno, volume 1, yang terbit 1978 Fatmawati menceritakan, dari mana dia mendapatkan kain untuk bendera merah putih tersebut.

Dalam buku tersebut, Ibu Fat, panggilan akrab istri Presiden Soekarno ini, menceritakan, suatu hari, Oktober 1944, tatkala kandungannya berumur sembilan bulan (Guntur lahir pada 3 November 1944), datanglah seorang perwira Jepang membawa kain dua blok. “Yang satu blok berwarna merah sedangkan yang lain berwarna putih. Mungkin dari kantor Jawa Hokokai,” tukas Fatmawati kala itu.

Dengan kain itulah, Ibu Fat menjahitkan sehelai bendera merah putih dengan menggunakan mesin jahit tangan. Lalu, siapa perwira Jepang yang mengantarkan kain merah putih kepada Fatmawati?.

Dikisahkan, perwira tersebut adalah seorang pemuda bernama Chairul Basri yang diperolehnya dari Hitoshi Shimizu, kepala Sendenbu (Departemen Propaganda).

Pada 1978, Hitoshi Shimizu diundang Presiden Soeharto untuk menerima penghargaan dari Pemerintah Indonesia karena dianggap berjasa meningkatkan hubungan Indonesia-Jepang. Usai menerima penghargaan, Shimizu bertemu dengan kawan-kawannya semasa pendudukan Jepang.

“Pada kesempatan itulah ibu Fatmawati bercerita kepada Shimizu bahwa bendera pusaka kainnya dari Shimizu,” ujar Chairul Basri dalam memoarnya, Apa yang Saya Ingat.

Pada kesempatan lain, waktu berkunjung lagi ke Indonesia, Shimizu menceritakan kepada Chairul Basri, bahwa dia pernah memberikan kain merah putih kepadanya untuk diserahkan kepada Fatmawati.

Baca : Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Cerita Perumusannya

Kain itu diperoleh dari sebuah gudang Jepang di daerah Pintu Air, Jakarta Pusat, di depan bekas Bioskop Capitol. “Saya diminta oleh Shimizu untuk mengambil kain itu dan mengantarkannya kepada ibu Fatmawati,” kenang Chairul.

Sementara dalam versi lain diceritakan jika, kain berwarna merah yang dijadikan bendera tersebut berasal dari warung tenda soto yang dibeli seharga Rp500 sen.

Dimana kala itu Fatmawati sudah membuat bendera Merah Putih sebelum 16 Agustus 1945. Namun, lantaran dianggap kekecilan, karena panjangnya hanya 50 centimeter, dia pun berencana membuat kembali bendera tersebut.

Namun, saat membuka lemari pakaiannya, Ibu Fat hanya menemukan selembar kain putih bersih bahan seprai. Dia tak punya kain berwarna merah sama sekali.

Disaat yang bersamaan, seorang pemuda bernama Lukas Kustaryo (Di kemudian hari masuk militer dengan pangkat terakhir Brigjen) yang berada di kediaman Soekarno. Ibu Fat kemudian menyuruh pemuda ini untuk mencari kain merah untuk bendera pusaka.

Menurut penuturan Lukas Kustaryo, pada majalah Intisari edisi Agustus 1991, dia lantas berkeliling dan akhirnya menemukan kain merah yang tengah dipakai sebagai tenda sebuah warung soto. Kemudian, kain merah tersebut ditebusnya dengan harga Rp500 sen, dan menyerahkannya kepada Ibu Fat.

Akhirnya, Ibu Fat menjahit bendera Merah Putih yang baru dengan ukuran 276 x 200 cm malam itu juga untuk digunakan keesokan harinya. Bendera itu akhirnya dikibarkan pada hari Jumat 17 Agustus 1945 sekaligus menjadi bendera pusaka di kemudian hari.

Sang Saka Merah Putih terakhir kali berkibar pada 1969, kemudian pemerintah RI membuat bendera duplikat dengan ukuran 300 x 200 cm.

Sumber:
- apakabardunia
- historia.id dan diolah dari berbagai sumber
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
Banjir Rendam Kawasan...
Banjir Rendam Kawasan TB Simatupang Arah Fatmawati Sore Tadi, Begini Penampakannya
Ajoeba Wartabone, Pejuang...
Ajoeba Wartabone, Pejuang Indonesia Timur yang Gelorakan Persatuan di Awal Republik
Mayat Laki-Laki di Toilet...
Mayat Laki-Laki di Toilet ITC Fatmawati Bersimbah Darah
Urai Kemacetan di Stasiun...
Urai Kemacetan di Stasiun MRT Fatmawati, DKI Gratiskan Gerbang Tol Fatmawati 2
Pramono Anung Sebut...
Pramono Anung Sebut Pembangunan Patung Fatmawati di Taman Bendera Pusaka Tak Pakai APBD
10 Negara yang Menampilkan...
10 Negara yang Menampilkan Burung dan Hewan di Bendera Nasional
18 Agustus 2025 Libur...
18 Agustus 2025 Libur Nasional atau Cuti Bersama? Ini Aturannya
Jelang Idulfitri, Megawati...
Jelang Idulfitri, Megawati Nyekar ke Makam Taufiq Kiemas dan Fatmawati Soekarno
Rekomendasi
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Berita Terkini
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved