Dalam 24 Jam 1.297 Orang Meninggal akibat Corona di AS

Jum'at, 29 Mei 2020 - 10:23 WIB
loading...
Dalam 24 Jam 1.297 Orang...
FOTO : DOK SINDOnews
A A A
WASHINGTON - Wabah virus Corona baru COVID-19 makin tak terkendali. Di Amerika Serikat (AS) 1.297 orang mati akibat virus asal WuhanChina itu dalam 24 jam terakhir pada Kamis (28/5/2020). Data itu menambah jumlah kematian di Amerika menjadi 101.573 orang sejak pandemi global dimulai.

Angka kematian di Amerika tersebut bersumber dari penghitungan John Hopkins University. Menurut data yang dikutip SINDOnews.com dari situs web pusat data virus corona John Hopkins University pada Jumat (29/5/2020), Amerika memiliki 1.720.613 kasus Covid-19, 101.573 kematian dan sebanyak 399.991 pasien berhasil disembuhkan.

Angka itu masih menjadikan AS sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia, disusul kemudian oleh Brasil dengan 438.238 kasus dan Rusia 379.051 kasus.(Baca juga : Jangan Jadikan Anak Kami Percobaan )

Sementara itu, sebuah penelitian terbaru tentang dampak COVID-19 menyatakan orang dengan sakit kanker memiliki potensi meninggal lebih besar ketimbang mereka yang tidak menderita kanker.

Data pada lebih dari 900 pasien di AS, Kanada dan Spanyol yang muncul dalam sebuah makalah di The Lancet, menemukan bahwa kematian meningkat pada pasien kanker.

Pasien kanker dengan penurunan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas kehidupan sehari-hari lebih berisiko daripada mereka dengan fungsionalitas yang lebih tinggi.

Penulis makalah ini melihat berapa banyak orang yang meninggal dalam waktu 30 hari didiagnosis dengan COVID-19 dari semua penyebab.

"Kematian semua penyebab 30 hari adalah 13 persen, lebih dari dua kali kematian yang dilaporkan sebagai rata-rata global oleh Johns Hopkins," kata Toni Choueiri, seorang ahli kanker di Institut Kanker Dana-Farber yang turut menulis makalah itu kepada AFP.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Tangkap Warga...
Imigrasi Tangkap Warga Negara Amerika Serikat Buronan Kasus Pembunuhan di South Carolina
Warga Negara Amerika...
Warga Negara Amerika Pelaku Pembunuhan dalam Koper Dideportasi
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Bawa Permen Ganja dari...
Bawa Permen Ganja dari Thailand, Pebasket AS Ditangkap Polisi
Amerika Soroti Barang...
Amerika Soroti Barang Bajakan di Mangga Dua, Pramono: Itu Urusan Pemerintah Pusat
Bule Amerika Serikat...
Bule Amerika Serikat yang Ngamuk di Klinik Bali Akhirnya Dideportasi
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Rekomendasi
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Maxi Araujo Selamatkan Uruguay dari Kejutan Arab Saudi
Berita Terkini
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved